BANDUNG – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui penandatanganan perjanjian pengembangan sumber daya manusia pertanian. Kerja sama ini menjadi langkah penting HKTI Kaltim dalam mempersiapkan generasi muda pertanian yang lebih modern, inovatif, dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di era transformasi ekonomi.
Ketua DPD HKTI Kaltim, H. Rusianto, mengatakan bahwa kolaborasi ini berangkat dari kebutuhan mendesak untuk menghadirkan SDM pertanian yang unggul, terutama di wilayah Kalimantan Timur yang selama ini masih didominasi sektor pertambangan.
“Awalnya saya ini jujur, bukan orang yang punya kemampuan di dunia pertanian. Saya politisi. Tapi saya mengikuti program untuk menyelaraskan ketahanan pangan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Ia menegaskan, salah satu tantangan terbesar adalah mengubah cara pandang generasi muda terhadap profesi petani. “Padahal kita ingin mengangkat harkat petani di Kaltim. Minimal, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang layak, sekitar tujuh juta ke atas. Kalau hasilnya lebih baik, tentu mereka tidak akan tergiur lagi bekerja di perusahaan tambang. Mereka justru akan bangga bertani,” tegasnya.
Lewat kerja sama dengan Unpad, HKTI Kaltim menempatkan pengembangan kapasitas intelektual petani muda sebagai prioritas. Rusianto mengutip gagasan akademisi Unpad bahwa generasi petani milenial harus bertransformasi dari pekerja fisik menjadi pelaku pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kita inging petani-petani muda ini bekerja bukan lagi dengan otot, tetapi dengan otak. Itu tujuan kami menggandeng Universitas Padjajaran,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, HKTI Kaltim telah mengirim enam siswa untuk mengikuti pelatihan khusus di lingkungan akademik Unpad. Mereka disiapkan sebagai kader awal petani muda terdidik yang kelak akan menjadi contoh di daerah.
“Ini baru langkah pertama. Enam siswa ini kita ikutkan untuk belajar langsung di sini, agar nanti bisa menjadi motor penggerak bagi pertanian modern di Kaltim,” pungkasnya.
Dengan inisiatif ini, HKTI Kaltim berharap stigma terhadap profesi petani akan berubah, sekaligus membuka peluang agar semakin banyak generasi muda terlibat dalam sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. (Ta)













