Follow kami di google berita

Hasilkan 800 Ton Per Tahun, Kakao Berau Siap Unjuk Gigi Pasar Internasional

TANJUNG REDEB – Permintaan ekspor kakao Berau terus meningkat. Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini mengatakan total produksi kakao daerah ini baru mencapai sekitar 800 ton per tahun, tersebar di sejumlah kecamatan.

“Produksi terbesar ada di Kampung Suaran dengan luas 70 hektare, disusul Birang 20 hektare, serta wilayah di sepanjang Sungai Kelay seperti Merasa, Long Lanuk, Nyapa Indah, dan Tumbit Dayak,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.

Namun, sebagian besar produksi tersebut masih terserap pasar dalam negeri. Keterbatasan produksi masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan petani.

“Permintaan ekspor bisa mencapai 20 ton per bulan, sementara kita baru mampu memenuhi itu untuk satu tahun. Jadi memang stok terbatas,” ujar Lita.

Meski begitu, pemerintah tidak ingin seluruh produksi diarahkan ke luar negeri. Sebagian biji kakao juga dipasok ke pasar nasional seperti Bali, Yogyakarta, dan Jawa Timur untuk mendukung industri cokelat lokal.

“Kita ingin seimbang. Ekspor penting, tapi industri pengolahan dalam daerah juga harus tumbuh,” tambahnya.

Pihaknya menargetkan perluasan lahan sekitar 100 hektare per tahun, meski realisasinya tergantung keseriusan petani dan kondisi lahan.

“Kami dorong petani yang serius, terutama yang lahannya aman dari banjir. Itu prioritas kami,” tutupnya. (Adv/ky)

Bagikan

Subscribe to Our Channel