HASIL RAPID MASIH REAKTIF, SEORANG PASIEN COVID-19 DI KABUPATEN BERAU DIPULANGKAN, APAKAH TAK MENIMBULKAN KLASTER BARU?

ANEWS, Berau – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Berau terus meningkat. Beberapa klaster baru muncul tentu menghebohkan masyarakat. Lebih dari 600 kasus tercatat di Kabupaten Berau sejak Bulan Maret lalu. Benar memang angka kematian di Kabupaten Berau relatif kecil namun pertambahan kasus selalu meningkat signifikan.

Ada hal yang cukup menggegerkan terkait laporan masyarakat bahwa ada seorang pasien yang masih reaktif dari hasil rapid test, namun diperintahkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah. Apakah hal tersebut dibenarkan oleh Pemkab Berau khususnya Dinas Kesehatan.

Saat dihubungi lewat telepon, ANews mendapatkan keterangan dari Iswahyudi, Kadinkes Berau Sabtu, 12/12, yang mengatakan bahwa pasien positif Covid-19 tanpa gejala setelah di-isolasi selama 10 hari, meskipun PCR-nya masih positif, diperbolehkan pulang ke rumah. Dan kata Iswahyudi itu adalah kebijakan pusat.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi

Iswahyudi saat ditanyai berulang maksud dari kebijakan tersebut memperbolehkan pasien positif tanpa gejala, pulang ke rumahnya, dimana di rumah ada anggota keluarganya, apalagi anak-anak yang berpotensi besar tertular covid-19, ia tetap mengatakan boleh.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah yang dimaksud terhadap pasien positif tanpa gejala seperti yang terjadi Berau ini, sudah dinyatakan benar sembuh. Apakah dengan menjalani minimal 10 hari lantas dijamin pasien tersebut sembuh.

Biasanya apabila ada tersebut kata minimal, berarti jangka waktu itu relatif, bisa lebih 10 hari, kenapa tidak menunggu sampai hasil PCR-nya negatif, baru diperbolehkan pulang. Kenapa masih positif sudah dipulangkan.

Mestinya Pemkab Berau jangan mempermasalahkan hal biaya yang diduga sebagai alasan untuk mengambil keputusan memperbolehkan pulang setelah 10 hari di-isolasi, meskipun hasil PCR-nya masih positif.

Bukankah faktor resiko pasien PCR positif yang diperbolehkan pulang tersebut masih ada, yang bisa menularkan covid-19 itu ke anggota keluarga maupun tetangganya di rumah.

Benar memang himbauan demi himbauan telah dilaksanakan, banyak argumen mengatakan kelalaian masyarakat dalam menjaga protokol kesehatan menjadi penyebab utama penyebaran virus ini. Namun, beberapa hal kerap kali masyarakat mengeluhkan penanganan gugus tugas kesehatan terkait himbauan dan sosialisasi protokol kesehatan tersebut kepada tim ANews. (Admin)

Bagikan