TANJUNG REDEB – Penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku beberapa waktu lalu, berdampak pada kebiasaan masyarakat dalam membeli BBM. Sejumlah konsumen kini terlihat lebih berhati-hati sebelum memutuskan jenis bahan bakar yang digunakan.
Di SPBU HARM Ayoeb, perubahan tersebut mulai terasa sejak hari-hari awal pemberlakuan harga baru. Pengawas SPBU, Alvian Azhar, mengungkapkan bahwa terjadi penurunan aktivitas pembelian, terutama pada BBM dengan harga lebih tinggi.
“Di hari pertama dan kedua setelah harga naik, pembelian memang terlihat menurun. Masyarakat masih menyesuaikan dengan harga yang baru,” ujarnya ditemui Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, perbedaan harga yang cukup mencolok membuat sebagian konsumen mempertimbangkan ulang penggunaan BBM jenis tertentu. Salah satu yang terdampak adalah Pertamax Turbo, yang mengalami penurunan permintaan lebih signifikan dibanding produk lainnya.
“Untuk Pertamax Turbo, penurunannya cukup terasa karena selisih harganya lumayan jauh. Tapi masih ada juga pelanggan yang tetap pakai,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada Dexlite. Meski mengalami kenaikan harga, permintaan terhadap jenis BBM ini cenderung stabil karena digunakan oleh kendaraan operasional perusahaan maupun instansi pemerintah.
“Kalau Dexlite masih relatif stabil, karena memang banyak dipakai untuk kendaraan operasional, jadi kebutuhannya tetap ada,” tambahnya.
Alvian juga memastikan bahwa distribusi BBM dari pihak penyedia tidak mengalami gangguan. Pasokan tetap berjalan seperti biasa tanpa adanya pengurangan kuota.
“Untuk pengiriman dari Pertamina masih normal, tidak ada perubahan. Jadi penurunan ini lebih ke penyesuaian dari masyarakat saja,” ungkapnya. (Ta)













