Gelar Rakerda TP UKS/M Kota Samarinda, Andi Harun Minta Tingkatan Standar Paripurna

(Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan sambutan/HO)

Anews.id, Samarinda – Pemerinta Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan 20 persen dari 738 sekolah penyelenggara Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Samarinda mencapai tingkatan standar Paripurna.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Pembina (TP) UKS/M se-Kota Samarinda pada Kamis, (19/5/2022), di Balikota Samarinda.

Andi Harun memaparkan terdapat 4 standar UKS/M mulai dari tingkatan Minimal, Standar, Optimal, dan Paripurna. UKS/M sendiri bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman bagi peserta didik, dalam rangka mencetak generasi muda yang sehat.

Bahkan ia menyebutkan penyakit yang masih menjadi momok bagi anak didik di Kota Tepian sendiri adalah stunting. Termasuk, penyakit hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya yang juga patut diwaspadai.

“Isu terakhir adalah penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, menyerang anak usia 11 bulan sampai 16 tahun. Jangan sampai kita kehilangan generasi muda,” ungkap Andi Harun saat memberikan sambutan,

Menanggapi hal tersebut, pria yang kerap disapa AH itu, meminta UKS/M yang diselenggarakan sekolah-sekolah di Kota Tepian untuk terus meningkatkan standarnya.

“Yang UKS/M strata minimal meningkat menjadi standar, standar berubah menjadi optimal, dan optimal menjadi paripurna,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi, yang memimpin Rakerda UKS/M tersebut menjelaskan, Rakerda digelar dalam rangka untuk koordinasi, sinkronisasi, serta menyelaraskan program-program UKS/M.

Tujuannya, bagaiamana sekolah-sekolah di Samarinda ini menjadi sekolah yang bersih, sehat, dan terutama nyaman dan ramah bagi peserta anak didik.

“Intinya, sekolah, kelas, dan lingkungan itu dibuat nyaman, akan membuat anak-anak didik itu happy di sekolah. Suasana senang itu yang kemudian membuat anak-anak bergairah dalam belajar,” ucap Rusmadi.

Rusmadi tak menampik, dari 738 sekolah penyelenggara UKS/M masih banyak yang berstandar minimal. Makanya, tahun 2022 ini pemkot menargetkan tidak ada lagi yang berstandar minimal.

“Saya tadi mengajak rapat ini harus berakhir dengan program yang jelas, target yang terukur, dan lokasi yang jelas. Karena kita ingin tidak ada lagi UKS/M yang berstandar minimal,” pungkasnya.

Bagikan