DIDUGA KARENA FAKTOR EKONOMI, PRIA TERSEBUT MENGAKHIRI NYAWANYA DENGAN GANTUNG DIRI

ANews, Samarinda – Seorang pria berinisial MS (25) warga jalan KH Hairun Nafsi, kelurahan Tapak Dalam, Kecamatan Loa Jana Ilir, Samarinda, ditemukan gantung diri di rumah bangsalan.

Menurut pengakuan dari salah satu warga bernama Hasan, saat itu dirinya sedang bersiap untuk mendorong gerobak jualannya bersama istrinya untuk berjualan di depan Gang. Tiba-tiba ia mendengar sebuah teriakan dari dalam gang dan langsung mendatangi suara tersebut, untuk mengetahui penyebab teriakan tersebut.

Ternyata suara tersebut berasal berasal dari istri koraban yang menemukan suaminya sudah tergantung di dapur dengan menggunakan seutas tali tambang ukuran kecil.

“Istrinya baru saja pulang kerja dan terkejut saat pergi menuju dapur melihat suaminya sudah dalam keadaan tergelantung. Dan langsung teriak, korban tersebut orangnya pendiam, jarang keluar rumah, dan kurang bersosialisasi ke tetangga,” ucapnya saat ditemui di lokasi TKP. Senin 21 Desember 2020.

ER (38) yang merupakan istri korban mengatakan, sejak suaminya sakit kurang lebih 3 bulan terakhir. Suaminya tersebut terlihat murung. Ia juga kerap kali meminta kepada suaminya untuk pergi berobat, tetapi almarhum selalu menolak, Almarhum menjadi pendiam seperti itu setelah usaha jual rotinya tersebut gulung tikar.

“Biasanya dia suka bercanda, tapi semenjak sakit dia selalu murung dan jarang bicara. Dan selalu bilang tidak punya masa depan. Untuk berobat dia tak pernah mau, karena kalau berobat perlu uang lagi, suami saya juga sempat usaha jual roti tetapi sepi dan akhirnya tutup,” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang, Iptu Dedi Septriadi mengatakan saat dilakukan penyelidikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Dari tubuh korban tidak ada tanda kekerasan, dan dugaan korban ditemukan gantung diri, karena sakit yang dialami dan faktor ekonomi,” ungkapnya.

Kini jasad MS langsung ditangani oleh pihak INAFIS Polresta Samarinda, dan dibawa menuju Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie guna dilakukan visum. (Riski)

Bagikan