Curah Hujan Terus Dipantau

ANEWS, Berau – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimarau terus melakukan pemantauan curah. Dipastikan 10 hari ke depan intensitas hujan sudah mulai menurun.

Jika prakiraan sesuai, memasuki bulan Juni yang akan datang Berau akan memasuki musim kemarau. Hal itu lantaran saat ini Berau telah memasuki masa peralihan musim dari musim penghujan menuju ke musim kemarau.

Prakirawan BMKG Berau, Suryadi menuturkan, meski curah hujan cukup rendah, namun ia tetap mengantisipasi jika iklim sewaktu-waktu dapat berubah.

Cara tersebut, untuk mengantisipasi cuaca buruk terjadi yang berpotensi banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi.

“Banjir di empat kecamatan pada beberapa pekan lalu akibat hujan curah hujan yang tinggi didaerah hulu, sehingga membuat sungai Kelay dan Segah meluap,” jelasnya.

Ia menuturkan, sekarang ini memang ada gangguan yang namanya Maketin Julian Oscillation (MJO) jadi pantauan pada tanggal 23 mei terakhir yang berada dikuadran 5, sehingga MJO itu adalah fenomena di mana ada pergerakan stilasi.

“Ada pergerkan menuju maritim kontingen kemudian Samudra Hindia dan kembali lagi ke Samudra Pasifik itu bila daerah yang dilewati biasanya berpengaruh terhadap curah hujan atau menambah curah hujan,” tuturnya.

“Kebetulan pada tanggal 23 Mei terakhir itu berada di kuadran 5, dimana itu adalah maritim kontingen atau wilayah Indonesia yang sekarang ini kita melihat ada penambahan curah hujan di Indonesia maupun Kabupaten Berau,” ujarnya.

“Hingga saat ini BMKG Berau tetap mengatisipasi dan tetap siaga di masa cuca yang tidak menentu” tandasnya.(mik)

Bagikan