Bupati Berikan Bantuan, Netizen Salah Fokus Lihat Isi Garasi Sehingga Mendapat Kritikan Bar-Bar

ANEWS, Berau – Pemberitaan media sosial terkait kegiatan Bupati Berau, Sri Juniarsih saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19 di masa pemberlakukan PPKM Darurat, Jumat (16/7) menuai banyak kritikan netizen di medsos, yang menyebut bahwa sasaran pemberian bantuan tersebut kurang tepat sasaran, pasalnya foto di pemberitaan medsos itu memperlihatkan rumah berpagar calon penerima itu cukup mentereng bahkan tampak mobil si pemilik yang dibungkus cover mobil di car port.

Dan memang dari konfirmasi awak media yang ikut kegiatan itu menyebut ada 2 titik yang dikunjungi bupati pada Jumat (16/7), di sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Gunung Panjang dan Perumahaan BI di Jalan Durian III, dengan sasaran pemberian bantuan bagi mereka yang terkonfirmasi positif dan sedang menjalankan isolasi mendiri di rumah.

Sampai Minggu (16/7) kemarin ada sekitar 360-an komentar netizen pada postingan tersebut yang rata-rata tidak setuju, dan seolah mengejek, namun ada juga yang mengkritik agar pemerintah daerah lebih teliti dalam melakukan pendataan agar bantuan bisa lebih tepat sasaran.

Seperti komentar akun jackmarbun88, yang menulis “Niat baik ibu sudah bagus, tapi tolonglah didata atau survey dulu, itu rumah gedong berpagar rapi tidak terkesan orang susah, masih banyak bu yang benar-benar butuh bantuan sembako bahkan tinggal di kontrakan”reot”.

Apa yang disampaikan netizen ini lebih menyoroti sasaran dari pemberian bantuan ‘untuk meringankan beban’ bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif, dan sedang jalani isoman itu, semestinya hanya kepada mereka yang keadaannya memang susah, masih tinggal di rumah kontrakan, dan bekerja di sektor informal alias serabutan. Karena dari apa yang tersirat dari kritikan tersebut, bagi mereka dari kalangan mampu dan tinggal di perumahan elite atau mapan, dan memiliki mobil diyakini punya kemampuan untuk membiayai sendiri isolasi mandiri yang mereka laksanakan, dibanding warga dari kalangan tidak mampu.

Jadi kalangan warga yang mampu dan berkecukupan yang sedang menjalankan isoman di rumah, tidak prioritas dan kurang tepat kalau diberi bantuan sembako oleh pemerintah.

Selain itu netizen juga menyoroti kondisi usaha UMKM yang mestinya sebelum ditutup waktunya lebih lama, sebut netizen agar diberikan waktu buka yang agak panjang pada malam hari karena mereka tetap menjualnya secara dibungkus atau take away. (yud)

Bagikan