BPBD Berau dan Manggala Agni Lepas Patroli Terpadu Cegah Karhutla ke 11 Kecamatan

ANEWS, Berau – Kepala BPBD Berau, Thamrin bersama Koordinator Manggala Agni Kaltim – Kaltara, Zulkarnain, Selasa, 24/8/2021  melepas tim Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla untuk mendirikan 12 posko di 24 kampung di 11 kecamatan di Kabuoaten Berau. Hanya Kecamatan Tanjung Redeb dan maratua yang tidak ada poskonya karena memang tidak ada Kawasan hutannya.

Menurut Thamrin, Rabu, 25/8/2021 bahwa kegiatan ini sudah dilaksanakan selama 3 tahun, dan tahun ini pelaksanaannya dilakukan selama 2 bulan.

Thamrin, Kepala BPBD Berau

Tim patroli terpadu akan mendirikan 12 Posko Karhutla dan akan melakukan patroli di  24 kampung di 11 kecamatan selama 2 bulan, yang dibagi dalam 2 tahap, dimana tahap I dari bulan Agustus sampai September dan tahap ke II dari September sampai Oktober 2021.

1 posko terdiri dari 6 personil yang terdiri dari tim gabungan Manggala Agni, dari Kementerian Kehutanan, Polri, TNI dan BPBD.  Tim ini di setiap posko setiap hari akan melakukan sosisailisasi penyadartahuan terkait karhutla kepada masyarakat, kemudian melakukan pendataan titik api dan pendataan titik sumber air yang ada disitu untuk keperluan pemadaman api,

“Jadi begitu ada kejadian, turun armada sudah tahu dimana titik sumber air,” ujar Thamrin.

Dengan adanya posko terpadu ini mereka sudah mengetahui, dan kita ini sudah tahu  prediksinya puncak kemarau di bulan Agustus, tetapi diketahui untuk 2021 tidak sama dengan tahun 2019 lalu. Jadi tahun ini tidak terlalu berat.

Patroli terpadu ini memang tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dari Manggala Agni dari kemenhut dan dari Sangatta yang dikirim kesini, selain 7 personil Manggala Agni yang ada di Kabupaten Berau serta dari BPBD Berau.

Menurut Thamrin, kegiatan ini sudah 2 tahun berturut-turut dilakukan dan program patroli terpadu ini memang merupakan pelaksanaan teknis pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang sudah dilakukan oleh Manggala Agni dari kementerian kehutanan, dan kita ikuti itu.

“Jadi secara teknis Manggala Agni yang mengarahkan kemudian dibantu oleh masyarakat melalui relawan kita, Masyarakat Peduli Api (MPA),” ujar Thamrin.

Dengan adanya patrol terpadu ini Thamrin berharap, akan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Berau.

“Dengan dilepaskannya patrol terpadu ini, pengendalian kebakaran hutan dan lahan itu bisa kita laksanakan secara efektif di Kabupaten Berau, dimana Berau ini kan kita anggap bahwa hutannya masih diakui oleh kementerian kehutanan masih bagus, Ini yang perlu kita jaga kelestariannya, khususnya bagaimana mencegah kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (dit)

 

Bagikan