Berwisata Sembari Belajar di Ekowisata Long Sam

A-News.id, Kelay – Ekowisata Long Sam sejatinya merupakan pusat penyelamatan satwa yang terletak di Kampung wisata Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Tempatnya berada di hulu sungai sekitar 40 menit dari pusat kampung, Minggu (20/11/2022).

Meskipun memakan waktu setengah jam untuk sampai ke lokasi, namun wisatawan dijamin tidak akan bosan dengan lamanya perjalanan. Sebab sepanjang menyisir sungai, jajaran batu karst akan memanjakan mata pengunjung. Ditambah situs bersejarah peti-peti etnis dayak zaman dahulu yang ada di mulut-mulut goa berusia ratusan hingga ribuan tahun.

Long Sam sendiri merupakan sebutan nama aliran sungai yang terletak di hulu Kampung Merasa oleh masyarakat sekitar. Di lokasi ini pun, banyak pula ladang dan kebun-kebun warga.

Sesuai dengan statusnya yakni ekowisata, maka konsep kawasan ini adalah suatu bentuk perjalanan wisata ke area alami yang dilakukan dengan tujuan mengkonservasi lingkungan dan melestarikan kehidupan dan kesejahteraan penduduk setempat.

Maka dengan demikian, pelancong yang datang tak hanya dapat menikmati keindahan alam yang masih asri terjaga namun di sisi lain juga dapat belajar melajar mengenai ilmu konservasi serta penyelamatan satwa liar dilindungi.

Pusat Edukasi Konservasi dan Ekowisata Long Sam ini dikelola oleh Convervation Action Network (CAN) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau beserta masyarakat Kampung Merasa.

Direktur CAN Indonesia Paulinus Kristianto mengatakan, ide Ekowisata Long Sam sendiri yakni menghadirkan sebuah informasi tentang hutan dan satwa bagi para pengunjung yang mau belajar.

“Kebanyakan di Indonesia itu tempat wisata hanya untuk liburan, namun kami ini menghadirkan sebuah edukasi, sebuah pendidikan bagi orang yang datang,” katanya.

“Tempat ini merupakan satu-satunya yang ada di Berau dimana orang bisa belajar tentang hutan, bisa menikmati hutan secara langsung dan betul-betul berada di hutan yang prima,” tambahnya.

Sesampainya di pusat ekowisata ini, pengunjung yang ingin menginap sudah disiapkan kamar seperti halnya resort dan akan ditemani olah para ranger atau pengelola tempat ekowisata Long Sam.

“Jadi Ekowisata Long Sam ini merupakan wisata baru yang ada di Merasa,” sebutnya.

Sebagai salah satu Kampung yang dinobatkan sebagai kampung wisata, Merasa juga mempunyai titik-titik lokasi wisata alam lainnya. Seperti Sungai Batu Bawan, Karst Batu Tembako, Batu Lungun atau Kuburan, Batu Kapal, Pulau Orangutan, Goa Mulut Besar, Batu Tembak dan Batu Anjing.

“Jadi Merasa merupakan gambaran bagaimana secara keseluruhan sebuah kampung wisata tidak hanya menyajikan hiburan tetapi juga memiliki nilai konservasi di dalamnya,” tandasnya.

Seorang pelancong asal Tanjung Redeb, Hendra yang baru pertama datang ke Ekowisata Long Sam mengaku sangat puas dengan wisata alam yang disajikan. Apalagi menurutnya, selain bisa berwisata alam pengunjung pun bisa sekaligus belajar mengenai flora dan fauna.

“Itu menjadi daya tarik tersendiri bagi kami sebagai pengunjung dan ini cukup menarik untuk dikunjungi,” katanya.

Untuk sampai ke Pusat Edukasi Konservasi dan Ekowisata Long Sam wisatawan harus menempuh perjalanan dari ibu kota Berau, Tanjung Redeb ke Kampung Merasa, Kelay selama 2 jam melalui perjalanan darat. Sesampai di kampung, masyarakat akan diantar menggunakan perahu melewati sungai dengan waktu tempat sekitar 40 menit. (mik)

Bagikan