KELAY – Pembangunan dan penguatan infrastruktur konektivitas wilayah menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kelay tahun 2026. Akses jalan dan jembatan yang belum terhubung optimal dinilai masih menjadi penghambat utama aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di wilayah pedalaman Berau.
Camat Kelay Toris menyampaikan, mayoritas usulan yang disampaikan masyarakat kampung berkaitan langsung dengan infrastruktur dasar, terutama jalan dan jembatan penghubung antarwilayah. Usulan tersebut merupakan hasil Musrenbang di 14 kampung yang digelar sepanjang Januari 2026.
Salah satu prioritas utama yang kembali diusulkan adalah kelanjutan pembangunan jalan tembus Kampung Long Lanuk menuju ke Kampung Merapun. Ruas ini dinilai strategis karena mampu memangkas jarak tempuh dari sekitar 190 kilometer menjadi kurang lebih 80 kilometer jika tersambung sepenuhnya.
“Kalau jalan tembus ini selesai, konektivitas antar kampung akan jauh lebih cepat dan biaya transportasi masyarakat bisa ditekan,” ujar Toris saat menyampaikan usulan musrenbang Kecamatan Kelay, Selasa (10/2/2026).
Selain jalan tembus, masyarakat juga mengusulkan peningkatan jalan poros kampung, termasuk ruas menuju Kampung Panaan dan Merabu. Kondisi jalan yang masih terbatas dinilai menyulitkan mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Di sektor jembatan, lanjutan pembangunan jembatan Sungai Kelay serta jembatan Bailey kembali masuk daftar prioritas. Keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan untuk menjamin akses logistik dan keselamatan warga yang selama ini masih bergantung pada jalur darurat.
Musrenbang Kelay juga menyoroti pentingnya pembangunan dan penyempurnaan jalan lingkar dalam. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jalur alternatif utama untuk menghubungkan ibu kota kecamatan dengan kampung-kampung di wilayah hulu.
Pemerintah kecamatan berharap, usulan infrastruktur tersebut dapat menjadi perhatian utama pemerintah daerah mengingat konektivitas wilayah merupakan kunci pemerataan pembangunan di Kecamatan Kelay.
“Tanpa jalan dan jembatan yang layak, sulit mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Man)













