Puluhan Ribu Pengunjung Sambangi Berau Expo Setiap Hari

TANJUNG REDEB – Gelaran Berau Expo 2026 selama 10 hari yang berlangsung di lapangan Pemuda dan gedung olahraga Tanjung Redeb, menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Kehadiran acara ini sukses mendongkrak perputaran ekonomi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mencatatkan peningkatan omzet secara signifikan, lantaran jumlah pengunjung yang tembus puluhan ribu setiap harinya.

Dari data rekap pengunjung selama 4 hari gelaran acara, tercatat sebanyak 26.987 pada hari pertama pembukaan. Di hari kedua 23.457 pengunjung, hari ketiga sebanyak 26.351 orang, dan 20.641 pengunjung pada hari keempat.

Pendataan pengunjung dilakukan untuk mendapat data akurat terkait jumlah pengunjung dan klasifikasi pengunjung, demi keaamanan dan kenyamanan kami memberlakukan buka tutup gedung agar tidak terjadi penumpukan di dalam gedung.

“Kami melakukan pendataan secara online melalui pengisian barcode survey dan offline penghitungan manual, sensor dan pengisian buku tamu,” ujar Ketua EO penyelenggara acara, Morten.

 

*Omzet Pedagang Melebihi Ekspektasi*

Tak hanya itu, pihak penyelenggara atau EO Mata Sanggam menyampaikan, bahwa berdasarkan pendataan berkala, para pedagang juga mampu mencapai target penjualan mereka tanpa kendala berarti.

“Perputaran ekonomi para pelaku UMKM dan PKL di event ini, menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga saat ini, tidak ada keluhan terkait target omzet yang tidak tercapai dari para pedagang,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada, selama 3 hari gelaran Berau Expo 2026, total keseluruhan pendapatan yang diraup para pedagang sebesar Rp649 juta lebih.

Terkait adanya isu miring yang sempat beredar mengenai tingginya harga sewa tenda, pihak penyelenggara secara tegas menyampaikan klarifikasi. Morten menegaskan bahwa, informasi tersebut tidak benar (fitnah) dan seluruh skema pembiayaan telah dibicarakan secara transparan serta disepakati bersama sejak awal.

Bahkan, untuk mendukung keterbatasan modal dan keterbatasan unit tenda yang ada, pihak penyelenggara memberikan kelonggaran berupa sistem tenda kongsi (satu tenda digunakan bersama oleh lebih dari satu pelaku usaha) serta fleksibilitas tenggat pembayaran sewa.

“Hal ini terbukti efektif menekan pengeluaran mereka sehingga keuntungan yang didapat bisa maksimal,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, pihak EO juga menaruh perhatian besar terhadap kenyamanan dan keamanan pengunjung. Guna mencegah terjadinya penumpukan massa di dalam gedung (overcrowding), penyelenggara mengombinasikan teknologi modern dan pendataan manual untuk memantau arus pengunjung secara real-time.

Melalui integrasi data tersebut, pihak penyelenggara memberlakukan sistem buka tutup pintu gedung secara fleksibel, saat kapasitas di dalam ruangan mulai padat. Langkah ini diambil agar seluruh pengunjung tetap dapat menikmati jalannya acara dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga kelancaran transaksi di area pameran UMKM. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel