TANJUNG REDEB – Kebakaran lahan yang berdampak pada kebun warga menjadi perhatian peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026.
Dalam rangka Kuliah Kerja Profesi (KKP), sebanyak 10 peserta Sespimmen bersama perwira pendamping turun langsung ke Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Berau, Rabu (9/9/2026).
Mereka tidak hanya meninjau kondisi pascakebakaran, tetapi juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari pembelajaran peserta Sespimmen. Kehadiran mereka juga diarahkan untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, tetapi wujud nyata kehadiran dan kepedulian,” ujar Suradi.
Rombongan didampingi Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran Muspika Kelay dan Tim Deputi Utusan Khusus Presiden.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan pusat rehabilitasi satwa Long Sam milik Conservation Action Network (CAN) Borneo. Peserta melihat langsung fasilitas rehabilitasi satwa sekaligus menyerahkan bantuan nutrisi berupa buah, telur dan susu.
Setelah itu, rombongan mendatangi 50 warga Kampung Merasa yang kebun kakaonya terdampak karhutla.
Masing-masing warga menerima bantuan tunai Rp10 juta dari Tim Deputi yang bersumber dari Staf Khusus Presiden, Raffi Ahmad. Peserta Sespimmen turut menyerahkan 50 paket sembako.
Bantuan juga diarahkan untuk mendukung penanganan karhutla di tingkat kampung. Setelah meninjau bekas lokasi kebakaran di sekitar area pemakaman Kampung Merasa, peserta Sespimmen menyerahkan Rp30 juta dana operasional penanggulangan karhutla kepada Kepala Kampung Merasa, Julita.
Suradi menegaskan, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
“Kami berharap sinergi dan bantuan yang disalurkan dalam rangkaian KKP Sespimmen ke-67 ini dapat meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan lingkungan maupun bencana di daerah.
“Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan memberikan manfaat nyata,” pungkas Suradi.(Akm)








