Follow kami di google berita

Karhutla Tak Kunjung Usai, Habitat Hewan Langka Terancam

TANJUNG REDEB – Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau semakin meluas. Bahkan, hewan pun mulai merasakannya. Habitat mereka selama ini terbakar habis dan memaksa untuk keluar dari zona aman.

Seperti beberapa waktu lalu, saat seekor burung Rangkong atau burung Enggang khas Kalimantan, yang terlihat berada di salah satu kafe di pusat Kota Tanjung Redeb.

Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran jika nantinya hewan-hewan langka khas Kalimantan yang ada di Berau, terpaksa berpindah tempat lantaran tak adanya habitat mereka lagi.

“Kami langsung bergerak cepat melakukan penyelamatan Rangkong itu karena merupakan salah satu hewan endemik khas di Berau. Saat ini sudah ada di CAN (CITES – Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora),” ungkap Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Berau pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Yulian Sadono dihubungi Selasa (25/8).

Dikatakannya, selama ini BKSDA sendiri melakukan kolaborasi dengan pihak Damkar Berau, jika menemui adanya hewan langka masuk ke area dalam kota maupun pemukiman.

“Untuk saat ini laporan yang masuk ke kami baru seekor burung Rangkong saja. Tapi kalau memang ada kejadian serupa, bisa langsung hubungi pihak Damkar atau langsung ke BKSDA, karena itu memang ranah kami,” tambahnya.

Yulian pun menyebut, jika habitat asli yang selama ini menjadi tempat tinggal hewan-hewan langka itu memang terancam hilang dengan adanya aktivitas Karhutla yang masif. Padahal, hewan endemik itu menjadi salah satu aset dan daya tarik wisatawan bagi Berau. (Ard)

Bagikan

Subscribe to Our Channel