TANJUNG REDEB – Kondisi tanaman maupun pohon peneduh yang banyak mengalami kerusakan hingga mati, diharapkan juga menjadi perhatian semua pihak termasuk para pedagang. Terlebih, bagi mereka yang berjualan di area sekitar adanya tanaman kota tersebut.
Beberapa pohon dan tanaman ditemukan mati beberapa waktu lalu, saat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melakukan pemantauan.
Sejumlah pohon peneduh ditemukan mati secara mendadak. Menariknya, penyebabnya bukan karena cuaca panas ekstrem atau hama, melainkan karena perilaku tak terduga oknum pedagang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan kekecewaannya saat memantau langsung kondisi tata kota. Ia menyebutkan, kebersihan dan penataan taman kota adalah fokus utama instansinya saat ini.
“Beberapa pohon yang seharusnya tumbuh subur justru mati karena sering disiram limbah cair oleh oknum pedagang kaki lima di tepi jalan. Saya imbau juga, kalau ada air limbah jangan dibuang ke bawah pohon. Mati itu,” ujar Zulkifli dengan nada tegas saat ditemui beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, banyak pohon yang juga harus diganti karena kondisinya sudah tidak tertolong. Lantaran sering terkena siraman kuah makanan bahkan minyak.
Padahal, sudah ada drainase yang disediakan bagi para pedagang untuk membuang limbah sisa kuah makanan maupun limbah sabun usai mencuci piring.
Zulkifli menegaskan bahwa DLHK Berau terus berkomitmen melakukan penataan keasrian kota demi kenyamanan masyarakat. Setiap pagi, dirinya juga rutin melakukan pengecekan langsung di lapangan sembari berolahraga, untuk memastikan petugas bekerja optimal, termasuk dalam penyiraman dan penggantian pohon yang sudah liar atau mati.
Pihak DLHK juga mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Jika terdapat pohon yang sudah terlalu liar atau membahayakan, masyarakat diminta untuk segera melapor dan bekerja sama dengan DLHK untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (Ard)













