TANJUNG REDEB — Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) baru di Kakaban Aquatic dengan anggaran awal sekitar Rp9,3 M mendapat dukungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau.
Namun, untuk menghindari adanya risiko pembengkakan anggaran, pembangunan gedung olahraga baru yang berkapasitas lebih besar ketimbang GOR Pemuda ini, disarankan menggunakan skema kontrak multiyears.
“Skema pembiayaan ini agar tidak menimbulkan lonjakan anggaran di kemudian hari,” ucap Ketua KONI Berau, Taupan Majid, beberapa waktu lalu.
Taupan menegaskan bahwa keberadaan fasilitas olahraga representatif, merupakan kebutuhan mendasar bagi seluruh cabang olahraga di daerah.
“Selama ini, kalau ada pertandingan futsal atau cabang lain sering tidak bisa menampung penonton. Kapasitasnya kurang, sehingga kita harus cari tempat yang bisa menampung sampai 4.000 sampai 5.000 orang. Nah, ini yang sekarang dijawab,” jelasnya.
GOR Kakaban Aquatic dirancang memiliki kapasitas sekitar 4.000 penonton dengan sistem tempat duduk tunggal (single seat).
Arena utama berukuran sekitar 55 x 32,4 meter itu dirancang multifungsi, mampu menampung hingga 10 lapangan bulu tangkis, tiga lapangan voli, dua lapangan basket, satu lapangan futsal berstandar FIFA, serta satu lapangan tenis sesuai regulasi internasional.
Dari sisi desain, bangunan ini mengadopsi konsep GOR Among Rogo di Yogyakarta, dengan sentuhan lokal khas Berau seperti ornamen penyu hijau, warna yang terinspirasi dari Danau Kakaban, serta atap menyerupai ubur-ubur.
Berdasarkan perencanaan, pembangunan GOR Kakaban Aquatic diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 66 miliar hingga tuntas. Proyek ini juga direncanakan berjalan bertahap, dimulai dari pekerjaan struktur bawah pada tahun ini, dilanjutkan struktur atas, hingga tahap penyelesaian akhir dengan target paling cepat rampung pada 2028.
“Kalau dikerjakan tahun tunggal, saya kira akan sulit selesai. Selain itu, biasanya anggaran di tahun berikutnya bisa membengkak. Karena itu saya sarankan pakai skema multiyears, supaya lebih terkendali dan realistis,” tegasnya.
Lebih jauh, Taupan melihat pembangunan GOR tidak bisa dilepaskan dari visi besar daerah dalam mengembangkan sektor sport tourism. Ia menilai, kehadiran fasilitas olahraga berstandar akan membuka peluang Berau menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (Ard)













