TANJUNG REDEB – Potensi hasil laut Kabupaten Berau semakin menembus pasar global. Kini, Berau sudah bisa menyuplai ikan Kerapu ke Hong Kong setiap bulannya. Tak tanggung-tanggung, sekitar 10 Ton Kerapu diterbangkan ke Kota Pencakar Langit (sebutan Hong Kong) itu.
Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan langsung nelayan lokal dalam rantai perdagangan global.
“Nelayan kita yang di Maratua itu berinteraksi langsung dengan kapal dari Hong Kong, rata-rata sekali pengiriman bisa 10 ton setiap bulan,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, total ekspor ikan kerapu dari Berau tercatat mencapai 149 ton. Selain Hong Kong sebagai tujuan utama, komoditas ini juga memiliki jangkauan pasar hingga ke China daratan dan beberapa negara di kawasan Eropa.
Meski demikian, dinamika pasar global turut mempengaruhi penyerapan ekspor. Budiono mengungkapkan, saat ini terjadi sedikit penurunan permintaan akibat kebijakan pembatasan impor dari pemerintah China.
“Produksi kita tetap stabil, baik dari hasil tangkapan maupun budidaya. Jadi bukan dari hulunya yang bermasalah, melainkan kondisi pasar global yang sedang mengalami penyesuaian,” jelasnya.
Posisi Hong Kong sangat strategis sebagai pintu masuk utama distribusi ikan Kerapu ke berbagai negara. Peran tersebut membuat pengiriman dari Berau lebih terfokus ke wilayah tersebut.
“Hong Kong menjadi hub distribusi. Dari sana, ikan kita disalurkan lagi ke negara-negara lain sesuai kuota yang mereka kelola,” tutupnya. (Ard)













