TANJUNG REDEB – Kondisi jalan penghubung antara tiga kampung di Kecamatan Sambaliung yang terus mengalami longsor, menjadi perhatian serius. Pasalnya, jalan yang longsor itu merupakan akses utama masyarakat di Kampung Inaran, Bena Baru dan Pegat Bukur.
Pemkab Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah menyiapkan langkah jangka panjang antisipasi longsor itu terus terjadi. Salah satunya melalui rencana pembangunan jembatan permanen.
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan penghubung menjadi opsi strategis untuk mengatasi persoalan yang terus berulang tersebut. Menurutnya, pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding perbaikan jalan yang sifatnya sementara.
“Kalau hanya penanganan biasa, setiap hujan deras berpotensi longsor lagi. Karena itu, kami siapkan rencana pembangunan jembatan sebagai solusi jangka panjang agar akses warga tidak lagi terganggu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Meski telah masuk dalam perencanaan, Bambang menyebut realisasi proyek tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Keterbatasan anggaran daerah membuat usulan pembangunan jembatan belum tertampung dalam Anggaran Murni 2026.
Saat ini, penanganan masih dilakukan secara darurat melalui pemasangan jembatan bailey yang memiliki panjang sekitar 15 segmen. Atau setara dengan 45 meter bentangan guna memastikan akses tetap terbuka dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.
“Usulan sebenarnya sudah berulang kali kami ajukan. Tapi karena kondisi anggaran yang terbatas dan banyaknya kebutuhan infrastruktur lain, kami harus menyesuaikan prioritas,” tutupnya. (Ard)













