TANJUNG REDEB – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau menyiapkan anggaran sekitar Rp2,8 miliar pada tahun ini untuk pengadaan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional pelatihan tenaga kerja agar bisa segera berjalan.
Kepala Disnakertrans kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, menyampaikan bahwa anggaran tersebut diperuntukkan untuk berbagai sarana pendukung pelatihan, termasuk fasilitas penunjang di lingkungan BLK.
“Anggarannya ada sekitar Rp2,8 miliar. Itu untuk sarana pendukung dan sarana prasarana pelatihan, termasuk juga untuk asrama,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, pengadaan sarana prasarana tersebut ditargetkan dapat segera dilaksanakan pada tahun ini. Bersamaan dengan itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BLK agar operasional pelatihan dapat berjalan optimal.
“Kita harapkan tahun ini sudah bisa dilaksanakan sambil membentuk UPT-nya. Karena BLK-nya sudah dibangun dan sarprasnya juga sudah disediakan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan UPT sangat penting agar kegiatan pelatihan dapat segera dimulai. Selama ini, pelatihan tenaga kerja sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah daerah dengan menggandeng pihak ketiga.
“Selama ini sebelum ada BLK kita sudah melakukan pelatihan, bekerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.
Untuk jenis pelatihan yang akan difokuskan pada tahap awal, Disnakertrans masih akan melakukan survei terhadap kebutuhan tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau.
“Kita survei dulu apa kebutuhan dari perusahaan. Rata-rata masih ada alat berat dan mekanikal, teknik. Kita ingin yang dilatih itu memang yang dibutuhkan perusahaan,” ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para peserta pelatihan dapat langsung terserap di dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan.
“Jadi begitu kita latih mereka sudah bisa langsung terserap. Setelah dilatih mereka sudah siap bekerja,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa BLK tidak hanya akan fokus pada satu sektor saja. Ke depan, pelatihan akan mencakup berbagai bidang pekerjaan sesuai kebutuhan industri di Berau.
“BLK itu luas. Tidak hanya sektor itu saja. Kita juga ke arah sektor lain seperti industri, pariwisata, perkebunan, termasuk konstruksi,” pungkasnya. (Man)













