Follow kami di google berita

Status Lahan Jadi Kendala Peningkatan Infrastruktur di Maratua

MARATUA – Dalam setiap Musrenbang tingkat kecamatan, permasalahan infrastruktur selalu menjadi usulan yang tak pernah absen. Termasuk saat Musrenbang Pulau Maratua.

Isu konektivitas dan keselamatan transportasi masih menjadi sorotan. Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marawangeng, memaparkan sejumlah rencana strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kepulauan, mulai dari peningkatan infrastruktur jalan hingga penataan dermaga.

Dalam forum perencanaan tahunan tersebut, Andi menegaskan pentingnya memastikan setiap usulan yang diajukan memiliki status administrasi yang jelas dan “clear and clean” sebelum direalisasikan. Menurutnya, ketertiban dokumen menjadi dasar agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita tidak ingin tergesa-gesa. Kalau statusnya belum jelas, akan kita tampung sementara sampai semua persyaratan terpenuhi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan, Andi Marawangeng, Rabu (11/2/2026).

Andi juga menyinggung adanya pembaruan regulasi dari Kementerian Perhubungan terkait ketentuan teknis pembangunan jalan dan akses transportasi. Ia menjelaskan, aturan terbaru mengatur jarak titik tertentu yang kini diperluas hingga 30 meter.

Jika mengacu pada perhitungan teknis terbaru di lapangan, maka untuk pengerjaan dengan panjang jalan sekitar 750 meter, estimasi anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp600 juta. Angka tersebut, kata dia, harus dihitung secara cermat agar sesuai standar keselamatan dan kelayakan teknis yang berlaku.

“Kita harus mengikuti regulasi terbaru agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memenuhi standar keselamatan dan fungsi,” tegasnya.

Tak hanya soal jalan, Dishub juga membahas usulan terkait Dermaga Lawang-Lawang. Andi mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memohon peningkatan status dan melakukan kajian kelayakan secara komprehensif.

Berdasarkan hasil analisis teknis dan perhitungan jaringan pelayaran, lokasi tersebut memiliki sejumlah tantangan, terutama dari sisi manuver kapal. Pada kondisi tertentu, ruang gerak kapal dinilai belum sepenuhnya aman jika dilakukan pemaksaan pembangunan tanpa pendalaman dan pengaturan pola pergerakan kapal.

“Kalau dipaksakan, perlu pendalaman alur dan pengaturan pola manuver kapal. Jangan sampai lokasi yang dipilih justru membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dishub tengah menyiapkan alternatif desain yang tidak merusak lingkungan sekitar, termasuk ekosistem laut, namun tetap memungkinkan kapal berlabuh dengan aman, bahkan saat kondisi arus atau cuaca kurang bersahabat.

Dalam Musrenbang tersebut, Andi menegaskan bahwa pembangunan sektor perhubungan di wilayah kepulauan seperti Maratua harus mempertimbangkan tiga aspek utama yaitu keselamatan, kelayakan teknis, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, panjang dermaga hingga 500 meter memang memungkinkan secara desain, namun konsekuensinya terhadap anggaran dan dampak lingkungan harus menjadi bahan pertimbangan matang.

“Jangan sampai kita memilih lokasi atau desain yang justru bertentangan dengan aspek perlindungan dan keselamatan,” pungkasnya. (Ta)

Bagikan

Subscribe to Our Channel