TANJUNG REDEB – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Berau kini tak lagi hanya dimanfaatkan sebagai ruang membaca. Justru semakin berperan sebagai pusat rujukan riset dan penulisan karya ilmiah bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau, jumlah pengunjung perpustakaan pada 2025 mencapai 12.839 orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 10.266 pengunjung. Namun, meningkatnya kunjungan tersebut tidak semata-mata didorong oleh aktivitas membaca.
Pustakawan Ahli Madya Dispusip Berau, Arliana, mengungkapkan bahwa banyak pengunjung datang dengan tujuan mencari referensi sebagai bahan penelitian dan penulisan ilmiah. “Pengunjung tidak semuanya datang untuk membaca. Ada juga yang mencari bahan tulisan, referensi, dan data untuk keperluan karya ilmiah,” ujar Arliana, Selasa (14/01) .
Ia menjelaskan, perpustakaan menjadi salah satu pilihan utama karena menyediakan koleksi literatur yang lengkap dan mudah diakses, baik untuk tugas sekolah, penelitian mahasiswa, maupun penulisan non-akademik.
Kecenderungan tersebut juga tercermin dari jenis buku yang paling banyak dicari pengunjung. Sepanjang setahun terakhir, literatur sastra tercatat sebagai kategori paling banyak diakses.
“Sepanjang setahun terakhir ada 331 pencarian, disusul ilmu sosial sebanyak 264 pencarian, ilmu agama 101, filsafat 99, Bahasa Indonesia 85, ilmu terapan 75, seni 76, dan sejarah 64 pencarian,” jelasnya.
Data pencarian tersebut diperoleh dari aktivitas pengunjung melalui aplikasi perpustakaan. Namun, bagi pengunjung yang sudah terbiasa datang, umumnya mereka tidak lagi menggunakan pencarian digital karena telah mengetahui secara langsung lokasi dan penempatan buku yang dibutuhkan.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar dan riset ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran literasi di Berau. Dispusip berharap, trend positif tersebut terus meningkat dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan akademik dan intelektual masyarakat.
“Semoga pemanfaatan perpustakaan ke depan bisa terus meningkat dan semakin beragam,” pungkasnya. (Ta)













