TANJUNG REDEB – Program pencetakan 20 ribu hektar sawah baru yang ditargetkan terealisasi pada 2026 mulai memasuki tahap penentuan lokasi. Di Kabupaten Berau, sejumlah kampung diantaranya Melati Jaya, Buyung-Buyung, Labanan Jaya dan Merancang menjadi target program ini.
Tim Teknis Pengawas Cetak Sawah DTPHP, Lusi, mengungkapkan bahwa beberapa kampung yang masuk dalam rencana, terdapat satu wilayah lain yang masih dalam tahap penjajakan awal dan belum dapat dipastikan.
“Untuk sementara ada empat kampung yang kami sosialisasikan. Tapi yang benar-benar siap dilaksanakan masih perlu pendalaman lagi, karena ada beberapa kendala di lapangan,” ujar Lusi saat diwawancara, Selasa (20/01).
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya persoalan teknis pembukaan lahan, tetapi juga aspek sosial di tingkat kampung. Di beberapa lokasi, masih ditemukan perbedaan pandangan di kalangan petani serta persoalan batas lahan yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.
“Masih ada dinamika di masyarakat, seperti keberatan sebagian petani atau persoalan perbatasan lahan. Itu yang membuat kami harus ekstra hati-hati sebelum menetapkan lokasi final,” jelasnya.
Karena itu, DTPHP memilih pendekatan bertahap dengan mengedepankan sosialisasi dan musyawarah. Langkah ini dinilai penting agar program cetak sawah tidak menimbulkan konflik baru dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk Kampung Merancang Ulu, rencana pencetakan sawah masih dalam tahap awal dan belum bisa dipastikan realisasinya. DTPHP masih menunggu kesiapan sosial dan teknis sebelum mengambil keputusan lanjutan.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Prinsipnya, lokasi yang dipilih harus siap dari semua sisi, baik lahannya, masyarakatnya, maupun teknis pelaksanaannya,” pungkasnya.
Dengan pendekatan selektif tersebut, DTPHP berharap program cetak sawah tidak hanya mengejar target luasan, tetapi juga mampu menciptakan sawah produktif yang berkelanjutan dan diterima oleh masyarakat setempat. (Ta)













