Follow kami di google berita

Petani Muda Melek Teknologi, HKTI Siap Fasilitasi

BANDUNG – DPD HKTI Kalimantan Timur terus mendorong lahirnya petani muda yang melek teknologi. Ketua DPD HKTI Kaltim, Rusianto, menyebut pertanian modern harus menjadi pintu masuk bagi generasi Z agar profesi petani semakin diminati.

“Program membangun pertanian itu harus membangun pertanian yang modern. Banyak lahan eks tambang di Kalimantan yang bisa kita transformasi menjadi lahan produksi dengan teknologi mutakhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, Universitas Padjadjaran (UNPAD) menjadi mitra strategis karena memiliki tenaga ahli dan fasilitas pengembangan teknologi pertanian di lahan eks tambang dan 6 alumni SMK Pertanian pun sudah dikirim untuk mengikuti pelatihan sebagai training of trainer.

Dewan Pembina DPD HKTI Kaltim, Abidinsyah, menegaskan kolaborasi dengan kampus adalah langkah kunci untuk mempercepat transfer teknologi ke daerah.

Rusianto menyebut teknologi pertanian yang paling relevan bagi petani muda adalah pertanian zero waste melalui konsep sustainable smart integrated farming yang memaksimalkan seluruh potensi hasil pertanian tanpa ada limbah.

“Artinya semua potensi di lahan itu tidak boleh terbuang. Kita jalankan pertanian yang benar-benar terintegrasi,” jelasnya.

Menurut Rusianto, stigma negatif terhadap profesi petani harus dihilangkan lewat dua pendekatan yaitu, layanan perbankan yang ramah bagi petani muda dan pemanfaatan teknologi modern.

“Sekarang pemupukan sudah bisa pakai drone. Olah tanah bisa pakai traktor remote. Bahkan di lahan berair kita pakai traktor MPB,” ujarnya.

Abidinsyah mengungkapkan UNPAD memiliki teknologi yang dapat langsung diterapkan di Kaltim, khususnya untuk lahan eks tambang baik daratan maupun lubang berair.

“Ada teknologi untuk menetralisir cemaran batu bara agar lubang tambang bisa dipakai untuk perikanan. Di tanah kering, kita pakai bioaktivator berbasis jamur, bakteri, mikroba untuk mempercepat pemulihan kesuburan,” jelasnya.

Rusianto juga menegaskan pembangunan pusat pelatihan bersama sangat memungkinkan. Kolaborasi sudah dijalin dengan dinas pertanian, dinas pendidikan, hingga Diskoperindag.

“Kita bangun klinik agen HRT dan mikroba di lahan HKTI. Kita juga siapkan pabrik tepung tapioka, pakan ternak, dan pupuk organik yang didukung dinas perindakop,” ujarnya.

Abidinsyah menambahkan, sektor pendidikan juga dilibatkan untuk menampung siswa teaching factory dan peserta magang.

Upaya bersama HKTI, kampus, industri, dan pemerintah ini diharapkan membentuk ekosistem pertanian modern yang mampu melahirkan petani muda berdaya saing tinggi. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel