Follow kami di google berita

Waspada Ancaman Lonjakan Harga Pangan Jelang Nataru

TANJUNG REDEB – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), inflasi Kabupaten Berau kembali merangkak naik. Data resmi mencatat inflasi year-on-year (YoY) November 2025 mencapai 2,76%, meningkat dari Oktober yang berada di angka 1,78%.

Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyebut kenaikan ini tak lepas dari meningkatnya permintaan kebutuhan pokok saat masyarakat memasuki masa libur akhir tahun.

“Setiap akhir tahun, konsumsi naik. Komoditas seperti cabai, bawang, ayam, telur, gula, dan minyak goreng biasanya langsung ikut terdorong naik,” ujarnya dalam High Level Meeting Pengendalian Inflasi, Kamis (4/12).

Selain faktor permintaan, cuaca yang tidak menentu juga ikut menekan pasokan sehingga memicu kenaikan harga di sejumlah komoditas.

Ia menegaskan perlunya langkah cepat dan preventif untuk menahan inflasi agar tidak makin tinggi jelang puncak liburan. Ia meminta TPID memperkuat pengawasan harga, memastikan stok aman, dan menjaga distribusi komoditas tetap lancar hingga ke kampung-kampung.

“Ini tidak bisa ditunda. Kita harus bergerak cepat dan terukur agar daya beli masyarakat tetap aman,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu kunci menahan inflasi adalah komunikasi publik yang jelas. Ia meminta instansi terkait rutin menyampaikan informasi harga harian dan edukasi belanja bijak agar tidak terjadi kepanikan atau lonjakan permintaan yang tidak perlu.

“Kita ingin stabilitas harga tetap terjaga. Masyarakat harus merasa aman menjelang Nataru,” pungkasnya. (Adv/Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel