TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menghadapi tantangan besar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat membuat kemampuan fiskal daerah harus direstrukturisasi secara total.
Dalam penyampaiannya di Paripurna DPRD, Bupati Berau Sri Juniarsih membeberkan bahwa penurunan ini bersumber dari kebijakan transfer umum, khususnya pada komponen Dana Bagi Hasil. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat Dirjen Perlembagaan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor S-62/PK/2025 tanggal 23 September 2025 tentang penyampaian rancangan alokasi transfer ke daerah Tahun Anggaran 2026.
“Dengan adanya kebijakan tersebut tentu mengubah seluruh target pendapatan yang telah disepakati pada KUA dan PPAS. Ada koreksi besar yang harus dilakukan,”ujarnya, senin (24/11).
Akibat perubahan itu, target pendapatan daerah terkoreksi dari semula Rp4,18 triliun menjadi hanya Rp2,73 triliun. Artinya, Kabupaten Berau mengalami penurunan pendapatan sebesar Rp1,44 triliun lebih terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya pendapatan, komponen belanja juga harus mengalami penyesuaian besaran. Pemerintah daerah memastikan pemotongan belanja mencapai Rp1,748 triliun, meliputi belanja operasi, belanja modal, hingga transfer ke pemerintah kampung.
“Kondisi ini mempengaruhi seluruh target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kemampuan keuangan daerah menjadi sangat terbatas,”ujarnya.
Meski menghadapi tekanan fiskal, Pemkab menegaskan tetap berkomitmen menjaga program prioritas. Penyusunan ulang sasaran pembangunan dan penyesuaian program dilakukan agar tetap selaras dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Tahun Anggaran 2026 adalah tahun tersulit yang harus dihadapi, bukan hanya oleh Kabupaten Berau tetapi juga oleh daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Pihak eksekutif memastikan telah siap membahas rancangan APBD 2026 bersama DPRD agar pembahasan selesai tepat waktu dan pelaksanaan pembangunan tidak terhambat. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak tetap memberikan kinerja terbaik.
“Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, kita yakin mampu menghadapi keterbatasan ini dan tetap mewujudkan Berau sebagai daerah maju dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/Man)













