TANJUNG REDEB — Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 tahun 2025 di Kabupaten Berau berlangsung sukses, dan menjadi momentum untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan, literasi gizi, hingga penguatan ekonomi pelaku UMKM.
Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Dewi Rosita, mengatakan acara ini Mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2014 dan Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ikan Tahun 2025, Harkannas Berau mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045.”
Menurut Dewi Rosita, Harkannas bukan hanya agenda tahunan, namun ini merupakan langkah strategis untuk meninfkatkan kesadaran dan pangan berkualitas.
“Hari Ikan Nasional bukan sekadar seremoni. Ini program besar untuk mengubah pola konsumsi menuju gizi berkualitas dengan ikan sebagai sumber protein utama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menyediakan ikan, tetapi memastikan masyarakat menikmati ikan dalam berbagai bentuk olahan yang menarik.
“Semakin kreatif diversifikasi olahan ikan, semakin tinggi minat konsumsi. Dan itu berdampak langsung pada stamina dan kecerdasan generasi kita,” jelasnya.
Berdasarkan data tahun 2024, konsumsi ikan di Berau mencapai 69,18 kg/kapita, jauh di atas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur 59,75 dan nasional 58,91. Capaian ini disebut sebagai bukti keseriusan edukasi pangan berbasis protein ikan di Berau.
“Berau sudah di jalur positif. Tinggal menjaga konsistensi edukasi agar ikan menjadi pilihan utama masyarakat,” lanjut Dewi.
Ia juga mengaatakan Festival Perikanan 2025 iniJadi Pusat Perhatian Masyarakat. Kegiatan dipenuhi antusiasme dengan berbagai gelaran besar, Festival ikan hias 11 penggiat, Festival tanaman hias 5 penggiat, Bazar UMKM 52 peserta, PKL dan kuliner 43 peserta
Selanjutnya Ajang kompetisi untuk pelajar juga menjadi daya tarik tersendiri. Mewarnai PAUD & SD/MI 130 peserta, Senam Gemari, 12 peserta,Paduan suara10 peserta,Cerdas cermat 9 peserta,Video pendek 4 peserta.
Tidak hanya itu, rangkaian acara semakin semarak dengan tabligh akbar bersama Prof. Abdul Somad, Gerakan Pangan Murah dari Dinas Pangan, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Disdukcapil, serta kampanye Gemarikan (Gerakan Masyarakat Makan Ikan) di TK Permata Annisa Sukan.
Terkahie, Dewi Rosita mengingatkan pentingnya gerakan ini untuk masa depan anak bangsa.
“Jika kita ingin Generasi Emas 2045, maka harus dimulai dari gizi hari ini. Dan ikan adalah kunci. Ayo biasakan makan ikan” tutupnya. (Adv/Ky)
Festival Perikanan Berau Jadi Magnet Edukasi, Ekonomi, dan Kemajuan UMKM













