Vaksinasi Covid-19 di Berau Masih Jauh dari Harapan,17 % Vaksin Tahap I dan 9 % Vaksin Tahap II

Iswahyudi, Kadinkes Berau

ANews, Berau – Besarnya antusias warga masyarakat Kabupaten Berau yang akan mendapatkan vaksinasi covid, tidak seiring dengan ketersediaan stok vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berua, Iswahyudi, Selasa,27/7/2021 menanggapinya dengan mengatakan secara nasional kedatangan vaksin dari produsen memang sedikit.

Jadi vaksin ini secara nasional, lanjut Iswahyudi, kalau dilihat dari jadwal kedatangan dari produsen itu memang di Juli ini sedikit, sehingga nanti yang agak banyak pada saat di Agustus. Kalaupun ada itu hanya stok buffer-buffer saja yang dikirim, dalam jumlah yang tidak banyak, seperti kemaren kita dapat 200, padahal kita butuh bisa mencapai 500.

“Seperti kemarin kita dapat 200, padahal kita butuh bisa mencapai 500, vaksin II aja itu, belum vaksin I. Itu kita cuma dapat 200, itu juga sudah kita bagi semua, dan sudah jalan, hari ini mungkin kita dapat lagi cuma 70 aja,” tambahnya.

“Jadi saya belum bisa mengasikan vaksin I, tetapi saya coba membantu teman-teman atau anak-anak sekolah yang emergency-emergency seperti itu, coba kita bantu untuk disisihkan 1 atau 2 vial atau sekitar 10 sampai 20 orang untuk mencover yang anaknya mau sekolah, atau emergency orangtuanya  meninggal, sakit dan sebagainya, tapi kalau hanya sekedar ingin berangkat saja, kita tidak akan kasi untuk sementara,” imbuhnya.

Dari persentase penduduk Kabupaten Berau yang sudah divaksin dosis I baru mencapai 17%, sementara yang sudah mendapatkan vaksin lengkap (vaksin I+vaksin II) baru sebanyak 9%.

“Masih kecil sekali, sekitar 17 ribu orang aja baru yang divaksin. Ini juga di satu sisi kebijakan dari pusat juga berbeda-beda, di satu sisi ada edaran terakhir bahwa kalau vaksin nanti datang difokuskan ke vaksin II, sementara kemaren ada Menteri, Muhajir Effendy malah menyuruhnya vaksin I,” jelas Iswahyudi.

Sebetulnya kalau bagi kesehatan, lanjut Iswahyudi justeru vaksin II ini yang harus dikejar, karena waktunya sudah lewat, juga efektifitasnya jangan sampai sia-sia. Kalau vaksin I efektif, ya I aja semua.  Karena ini ada booster ada saling menguatkan I dan II itu satu rangkaian sebetulnya, kata Iswahyudi.

Maksimal jarak waktu antara (interval) vaksin I dan vaksin II selama 1 bulan, dan bila jaraknya lebih dari itu akan mengurangi efektifitasnya.

Diharapkan semua kebutuhan kuota vaksin I maupun II bagi masyarakat Kabupaten Berau dapat segera dikirim pemerintah pusat. (gil)

Bagikan