Tinjau Pengolahan Porang Di Madiun. H. Abidinsyah : Pabrik Secepatnya Akan Dibangun

ANEWS, Berau – Melihat kunjungan rombongan anggota Komisi II DPRD Berau beserta pengusaha H. Abidinsyah, dan Pengurus Kadin Berau yang melakukan studi banding terkait pengembangan tanaman Porang di Madiun, Jawa Timur, H. Abidinsyah, Jum’at, 3/9/2021 mengatakan sangat optimis pengembangan tanaman Porang dilakukan di Kabupaten Berau.

Seperti diketahui, pengusaha dan tokoh masyarakat Kaltim, H. Abidinsyah, telah mempersiapkan ratusan hektar lahan untuk penanaman Porang, beserta fasilitas pabrik pengolahannya di Kabupaten Berau, yang diharapkan dapat mengembangkan tanaman porang ini dan juga supaya bisa menampung hasil produksi Porang warga petani di Kabupaten Berau, untuk diolah dan dipasarkan.

Menurut H. Abidinsyah, tanaman Porang itu mudah penanamannya dan pasarnya sudah ada.

“Pembangunan pabrik pengolahan hasil produksi tanaman Porang secepatnya akan dibangun di Berau,” ujar Haji Abidin.

Sebagaimana informasi, di Kabupaten Madiun yang menjadi sentra porang Indonesia sudah ada pabrik porang. Saat ini, kebutuhan porang meningkat namun pasokan masih kurang.

PT Asia Prima Konjac yang ada di Jalan Raya Caruban-Ngawi, Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo merupakan satu-satunya pabrik porang di Madiun.

Porang adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, anggota marga Amorphophallus. Karena masih sekerabat dan mirip penampilan dan manfaatnya dengan suweg dan walur, porang sering kali dirancukan dengan kedua tanaman tersebut. Porang nama ilmiahnya Amorphophallus muelleri, keluarga Plantae, Famili Araceae, dari Ordo Alismatales dan Spesies A. Muelleri.

Manfaat Porang

Terutama untuk bidang industri dan kesehatan, karena kandungan glukomannan pada tepung umbinya. Porang merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah diperoleh, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan tingkatan panen yang tinggi. Umbinya besar, dapat mencapai 5 kg, cita rasanya netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan sebagai bahan baku kue tradisional dan modern.

Tepung Porang dapat digunakan sebagai bahan lem, agar-agar, mie, tahu, kosmetik, dan roti. Tepung Porang juga bermanfaat menekan peningkatan kadar glukosa darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol serum darah yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat fungsional hipoglikemik dan hipokolesterolemik.

Porang sebagai serat pangan dalam jumlah besar dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, dan kencing manis.

Di Filipina umbi Porang sering ditepungkan sebagai pengganti kedudukan terigu dan biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang, umbi-umbian sekerabat porang telah banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan, misalnya dalam pembuatan mie instan.

Dalam peninjauan di Madiun, rombongan melihat langsung pabrik pengolahan Porang dan ke lokasi sentra produksi porang.

Karno, seorang petani porang yang sudah berhasil mengembangkan tanaman umbi-umbian ini mengatakan bahwa hasil umbi-umbian porang yang dipanen dalam 1 sampai 2 musim beratnya 2-3 kg, sedangkan yang 3 musim rata-rata beratnya 3 sampai 5 kg per buahnya. 1 musim itu sekitar 6 – 7 bulan.

Sementara itu Rudi, salah seorang pelaku usaha dan petani porang Madiun mengatakan bahwa penjualan dalam bentuk chip lebih menguntungkan dibandingkan masih dalam bentuk umbi porang. Di Madiun, lanjut Rudi, saat ini harga chip kering porang Rp 40 ribu per kg.

Penjemuran
Proses penjemuran dari porang basah ke kering diperlukan waktu 1 minggu. Untuk mendapatkan 1 kg chip porang kering, diperlukan 5-6 kg porang basah.

Penjemuran dapat dilakukan dengan memanfaatkan panas matahari atau dengan menggunakan oven. Penjemuran dengan oven akan menghasilkan umbi porang yang putih bersih, sementara yang menggunakan panas matahari keringnya agak kehitaman.

DPRD Berau Dorong Pengembangan Budidaya Porang
Sedangkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir Hamsah mengatakan setelah meninjau pabrik PT Asia Prima Konjac, dan ke lokasi sentra produksi porang, mengatakan tidak terlalu susah mengembangkannya.

“Saya rasa warga Berau tidak perlu kita berfikir, wah ini harus diginiin, karena ini porang umbi yang mudah tumbuh dimana-mana,” kata Andi Amir.

Husin Jufri menambahkan bahwa Porang ini enaknya pembelian bibitnya atau lokasi yang ditanam hanya 1 kali karena dia akan tumbuh-tumbuh terus.

Terkait pengadaan bibitnya tanggapan Andi Amir mengatakan baru studi banding dan berharap kedepan akan mendorong melalui ABPD Berau terkait pembudidayaan tanaman porang ini.

“Kalau untuk bibit, kita ini kan baru anggaplah studi banding, baru tahu jenis porang itu bagaimana, kedepannya mudah-mudahan covid ini cepat berlalu, coba nanti kita dorong, akan kita optimalkan di APBD kita, khususnya Komisi II akan mendorong budidaya porang yang ada di Kabupaten Berau nantinya,” ujar Andi Amir.

Petani Porang Terbaik Nasional
Di daerah Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun ada seorang petani yang meraih penghargaan sebagai petani porang terbaik nasional, yang telah mengembangkan budidaya tanaman Porang di Madiun sejak tahun 2005 sampai saat ini.

Adapun luasan lahan yang sudah produksi untuk budidaya porang di wilayah Desa Sumberbendo ini, lanjut Dia, sekitar 600 hektar, sementara di Kawasan Gunung Pandan yang meliputi Pajaran, Klangon dan Sumberbendo itu sudah ribuan hektar.

Kelas Bibit Porang
1 hektar rata-rata bibit yang berasal dari sertifkasi Madiun, ada bibit katak super, kelas L (1kg isi 100), M (1kg isi 150) dan S (1kg isi 200).

Kalau panennya tergantung dari budidaya yang mana. Kalau dari bibit katak super kelas L, itu bisa 2 musim dipanen, atau 2 tahun sudah bisa dipanen. Kalau menggunakan kelas M, itu rata-rata 3 tahun bisa dipanen.

Panen Pola Intensif
Khusus di Jawa mempunyai standard nasional yang menjadi patokan di kementerian, karena mengunakan sistem intensif, karena mengembangkan sistem budidaya alam bukan sistem produksi seperti perusahaan, setiap 1 tahun panen, begitu panen tahun depan panen terus berkelanjutan, artinya yang diambil umbi panen ini hanya diambil besarnya, karena tahun depan dipanen lagi, tidak semuanya dipanen.

Dalam 1 hektar karena menggunakan pola intensif, rata-rata menghasilkan 20 ton, yang dihasilkan dari sekitar kurang dari 200 pohon porang, karena tidak semuanya dipanen tetapi setiap tahun ada yang dipanen terus.

Jumlah Bibit per Hektar
Kalau total 1 hektar bisa ditanami bibit porang maksimal 350 ribu batang dengan jarak tanam 40 X 50 cm, dan pupuk yang digunakan harus pupuk organik, tidak boleh menggunakan pupuk kimia, karena ini permintaan dari buyer luar negeri.

Kalau menggunakan pupuk organik, 1 kwintal basah dibuat chip bisa menghasilkan 20 sampai 22 dan 25 kg kering. Sementara kalau menggunakan pupuk kimia jauh di bawah, karena kandungan airnya sangat banyak. (dit)

Bagikan