Tewas Merenggang Nyawa Usai Teguk Miras Oplosan, 3 WBP Meninggal Dan 1 Kritis

(Foto: illustrasi minuman oplosan/Ist)

Anews.id, Samarinda – Tiga Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Samarinda akhirnya harus merenggang nyawa dan satu WBP mengalami kritis setelah meneguk minuman alkohol oplosan saat berada di kamar. Kamis (23/9/2021)

Peristiwa pun membuat para petugas dan seluruh WBP terkejut. Yang dimana saat itu para WBP dan petugas sedang mengadakan kegiatan yasinan.

Kalapas Kelas IIA Samarinda, Muhammad Ilham Agung Setyawan menuturkan bahwa dirinya mengetahui setelah mendapatkan laporan dari petugas hendak membawa salah satu WBP ke rumah sakit.

“Saya pikir itu WBP cuma sakit biasa saja makanya di bawa ke rumah sakit,” ungkap Ilham. Jum’at (23/9/2022).

(Foto: Kalapas Kelas IIA Samarinda, Muhammad Ilham Agung Setyawan)

Namun selang bebera menit, Ilham pun terkejut lantaran mendapatkan informasi lagi bahwa petugas membawa 3 WBP lagi ke rumah sakit Abdul Wahab Syahranie.

“Disitu saya sudah bertanya apakah ada keributan atau apa. Akhirnya saya langsung menuju ke lapas untuk memastikan kejadian itu. Namun ternyata mendapatkan kabar bahwa WBP yang dirawat rumah sakit Dirgahayau sudah meninggal” jelas Ilham

“Kemudian pada pukul 11.30 Wita tiba-tiba RSU AW Syahanie mengkonfirmasi ke kepada kami bahwa WBP tersebut meninggal. Dan ada satu WBP yang masih dalam perawatan,” sambungnya.

lham pun langsung memerintahkan seluruh anggotanya untuk melakukan penggeledahan di kamar 3 WBP tersebut.

Dari hasil penggeledahan itu, pihak petugas mendapatkan bekas yang dipakai untuk meminum alkohol oplosan tersebut.

“Itu pun kami mendapatkan informasi dari teman-teman WBP lainnya. Selain bekas botol itu, kami temukan juga ada bungkusan minuma sachet merek jasjus, bebernya.

Ditanya lebih lanjut terkait darimana alkohol itu didapatkan, Ilham menduga bahwa alkohol itu menggunakan handsanitizer.

“Kemungkinan menggunakan alkohil handsanitizer yang dicampurkan minum jasjus sesuai dengan pernyataan dari WBP yang kami periksa,” tandasnya.

Kini ketiga jenazah WBP Lapas Kelas IIA Samarinda sedang dalam proses otopsi dan menunggu pihak keluarga dari korban.

 

 

 

 

Bagikan