Tahun Depan, Pemkab Target Berau Bebas ODF

A-News.id, Tanjung Redeb — Dalam rangka penguatan penyelenggaraam Berau Sehat, Forum Berau Sehat (FBS) bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) gelar pertemuan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS), di RKBMD Lantai 1 Bapelitbang Berau, Selasa (8/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala OPD Pemkab Berau, Ketua Tim Pembina Berau Sehat, para Camat dan instansi terkait lainnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antar forum maupun instansi kesehatan agar dapat menjadikan masyarakat di Kabupaten Berau menjadi sehat dan sejahtera.

Kegiatan ini juga dilakukan secara offline maupun Online, sehingga peserta yang tidak dapat hadir dapat mengikuti kegiatan ini secara online, artinya forum ini merupakan langkah serius pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Berau bebas Open Defecation Free (ODF) atau disebut buang air besar sembarangan.

“Karena kesehatan ini merupakan modal penting agar kita bisa hidup produktif dan sejahtera,” ujarnya.

Hal ini juga telah dituangkan dalam peraturan bupati tentang penyelenggaraan Berau Sehat yang tentu menginginkan Kabupaten Berau merupakan tempat yang layak dihuni, sehingga kita perlu komitmen yang tinggi dengan melakukan upaya peningkatan derajat edukasi pencegahan hingga pedampingan masyarakat.

Seperti halnya dikatakan Ketua Forum Berau Sehat, target pencapaian pihaknya sebesar 80% akan tetapi untuk saat ini baru berada di angka 67%. Khususnya di Kelurahan Rinding, Bupati menyampaikan ternyata masih ada masyarakat yang menggunakan tempat Mandi Cuci Kakus (MCK) salurannya dibuang ke sungai.

“Kalau bisa ini dapat ditindak lanjuti,” jelasnya.

Bupati menjanjikan pada tahun 2023 mendatang akan memberikan anggaran besar agar target Kabupaten Berau Sehat dapat direalisasikan.

“Saya anggarkan Rp 1 milyar,” tegasnya.

Dirinya juga akan menganggarkan untuk 14 kampung agar dapat memenuhi harapan bersama yaitu membangun MCK yang layak dan pengadaan Septictank.

Bupati Berau agar target yang seharusnya hanya 80% dapat dimaksimalkan ke 100%, hal ini tentu perlu kerjasama yang baik antar pihak, khususnya para camat harus wajib memantau kampung nya dan mendata kampung mana saja yang memenuhi standar dan tidak.

“Tolong itu dikomunikasikan semua,” tandasnya. (yf/adv)

Bagikan