SELAIN MENJADI KEPALA DISNAKERTRANS, SOSOK JUNAIDI JUGA SEORANG GURU MENGAJI

ANEWS, Berau – Ternyata ada yang berbeda dari sosok seorang Junaidi, yang kita kenal sehari-hari sebagai Kepala Disnakertrans Kabupaten Berau, lalu apa yang membuatnya terlihat berbeda?

Dari penelusuran dan pengamatan di balik kegiatannya sebagai aparatur sipil negara, ternyata Junaidi, sosok seorang yang sederhana dan bersahaja, yang berasal dari Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB itu adalah juga sosok seorang guru mengaji dan imam masjid.

Lahir di Bolo, Bima, 2 Oktober 1968, Junaidi memiliki seorang isteri bernama Rosmini dan sudah dikaruniai 2 (dua) orang putra, yang saat ini sudah kuliah di perguruan tinggi.

Pria yang mempunyai hobi bermain pimpong atau tenis meja itu, juga sangat menyukai makan dengan sayur bening.

Sekilas memang kita tidak menyangka kalau sosok seorang Junaidi seorang guru ngaji yang pintar membaca ayat suci Al Qur’an, tetapi Ketika Dia di keseharian di luar kegiatan kantornya, penampilannya sedikit beda, dimana Dia sering menjadi imam di masjid dan mengajar anak-anak mengaji.

Awal mula jadi guru mengaji

Junaidi menuturkan, mulanya pada tahun 2007, Dia berencana mau pindah pulang ke kampung, dan 2007 itu, anak isterinya sudah pulang duluan,  apalagi Dia sudah mendapat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Dompu utnuk pindah kesana, tinggal mengurus berkas-berkas di Berau tetapi anak isterinya sudah duluan.

Setelah berkas-berkas yang diurus selesai semua, dan sudah siap-siap mau pulang, tetapi karena ada masalah utang-piutang, akhirnya tertunda rencana pulang kampungnya.

Akhirnya pindah dari jual rumah, melihati rumah terus, akhirnya sakit-sakitan. Terus Dia pindah ke Jalan Dermaga, dan karena sering ke masjid, Dia pun mencari masjid terdekat, dan di situ banyak anak-anak yang gurunya pulang ke Samarinda, akhirnya Dia yang menggantikan mengajar ngaji anak-anak itu, termasuk belajar berwudhu dan belajar sholat, muridnya sampai 40 orang.

“Ngajar ngaji yang utama, belajar sholat, belajar berwudhu,” ujar Junaidi.

Karir dan Perjalanan Mengajar

Saat di Biduk-Biduk sebagai Petugas Peternakan 1996 – 2001 selama 5 tahun juga aktif mengajar ngaji anak-anak. Pada tahun 2021 pindah ke Labanan, setelah 6 bulan pindah ke Bapelda, pada tahun 2021 sampai Januari 2020, menjadi Pengawas Lingkungan, penyidik lingkungan dan sudah ikut beberapa pelatihan.  sebelumnya juga sebagai kasi Pemantauan Bapelda.

Kemudian pindah ke bidang Kebersihan sebagai kabid karena ada likuidasi Dinas Kebersihan dan dapat penghargaan Adipura.

Setelah 2 tahun di kebersihan, baru ikut lelang untuk menjadi kepala Disnaker Kabupaten Berau.

Masjid tempat biasa Junaidi mengajar ngaji saat ini Masjid Al-Kautsar yang berada di Jalan Mawar 2, Kelurahan Karang Ambon, Tanjung Redeb, Berau, Junaidi mnuturkan kepada ANews pada Selasa (20/4/2021).

Junaidi mengatakan bahwa sebelum dia menjabat menjadi Kadisnakertrans, beliau memang sudah mengajar ngaji sejak lama di masjid tersebut, selain mengaji beliau juga mengajarkan sholat kepada murid-muridnya.

“Saya berkegiatan mengajar ini mulai sejak tahun 2007 lalu saat saya pindah rumah ke Jalan Dermaga dan sampai sekarang saya masih mengajar di masjid ini,”ungkapnya.

Murid beliau sampai sekarang sudah mencapai 40 orang yang sudah mengikuti pengajian.

“Saya mengajar ngaji ini setiap hari, kecuali saya keluar daerah baru anak-anak saya liburkan dan sebelum pandemi ada saya mengajar setiap malam akan tetapi karena ada pandemi ini saya mengajar menjadi sore hari,”ujarnya.

Junaidi berharap agar murid-muridnya bisa menjadi orang yang taat kepada agama dan bisa membanggakan kedua orang tua murid-muridnya tersebut.(jul)

Bagikan
bodrum escort - eskişehir esc - mersin escort - mersin escort bayan - mersin esc