Satu Pekerja di PLTU Berau Merenggang Nyawa Akibat Terjatuh dan Tertimbun Batu Bara, Karyawan Diminta Tutup Mulut

A-News.id, Tanjung Redeb — AR (25) Warga Teluk Bayur harus merenggang nyawa, karena laka kerja yang terjadi di PLTU Berau yang berlokasi di Sambarata, Rabu (29/6/2022) sekira pukul 10.00 WITA.

Dari pantauan media Anews, sebuah mobil pemadam kebakaran beriringan dengan satu unit mobil bak terbuka melintas di daerah Jalan Durian III sekira pukul 10.40 WITA.

Dari iring-iringan kendaraan tersebut, terlihat beberapa orang berdiri di bak belakang mobil. Tampak juga seseorang yang terbaring dengan ditutupi kain di bagian tubuhnya.

Kendaraan tersebut melaju menuju RSUD dr Abdul Rivai. Lebih dari 10 orang yang diduga karyawan kontraktor PLTU Berau memadati Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Abdul Rivai.

Dari kesaksian rekan korban yang enggan disebutkan identitasnya, korban terjatuh kedalam tumpukan batu bara.

“Dia kerja berdua, sama temannya. Terus almarhum itu jatuh dan langsung tertimbun batu bara,” ungkapnya.

Diakuinya, mendapat arahan dari pimpinan perusahaan untuk tidak menginformasikan hal tersebut ke siapapun.

“Tolong rahasiakan identitas saya. Kami dilarang sebenarnya memberikan informasi apapun. Kami hanya karyawan,” bebernya.

Diungkapkannya, sejak almarhum datang di rumah sakit bahkan hingga pemakaman, dirinya tidak pulang ke rumah.

“Kami mendampingi hingga pemakaman korban,” tuturnya.

Sementara, Humas RSUD dr Abdul Rivai, dr Erva Anggriana mengatakan, korban masuk di rumah sakit jam 10.50 dalam kondisi DOA ( DEATH ON ARRIVAL).

“DOA itu datang di RS dalam keadaan meninggal dunia. Belum bisa dipastikan apakah saat perjalanan meninggal atau bagaimananya,” singkatnya.

Sementara itu, Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Berau, Ipda Siswanto mengatakan, pihaknya sedang melaksanakan pengecekan lokasi kejadian.

“Lagi cek Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tandasnya. (Poh)

Bagikan
bodrum escort - eskişehir esc - mersin escort - mersin escort bayan - mersin esc