Produk Terasi Kemasan “TERASA” Pegat Batumbuk Siap masuki Pasar Nasional

ANEWS, Berau – Kampung Pegat Betumbuk adalah salah satu dari lima kampung yang berada di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.

Terasi adalah produksi unggulan dari Kampung Pegat Batumbuk. Terasi hasil olahan Kampung Pegat Batumbuk ini sudah dikenal miliki rasa yang sangat enak. Dan terasi Kampung Pegat Batumbuk asli berbahan baku udang segar. Masyarakat Kampung Pegat Batumbuk menyebutnya udang Bapay.

Produksi terasi di Kampung Pegat Batumbuk ini telah berlangsung sejak bertahun-tahun yang lalu. Karena sudah merupakan kegiatan produksi secara turun temurun, maka kegiatan pembuatan terasi sudah merupakan keterampilan umum masyarakat Kampung Pegat Batumbuk.

PRODUK TERASI BERAU

Namun permasalahan yang dihadapi terkait produk unggulan ini adalah jaringan, pemasaran dan volume penjualan yang masih terbatas.

Saat ini sudah ada terobosan-terobosan yang dilakukan para pelaku usaha terasi milenial di Kampung Pegat Batumbuk yang digerakkan oleh generasi penerus para perintis usaha terasi yang dilakukan secara turun temurun itu, seperti yang dilakukan Andi Faidal (26 thn), alumni kehutanan, Sabtu, 7/8/2021, yang mengatakan dia mengembangkan usaha ini dari orangtuanya, Andi Pasakraeng yang sudah menekuni usaha terasi sejak 1960-an di Kampung Pegat Batumbuk.

Andi Faidal punya motivasi untuk mengembangkan usaha terasi ini dengan memproduksi terasi olahan dan mengemasnya dalam kemasan yang diberi merk “TERASA,”(Terasi Udang Nusantara), khas Berau, sehingga memiliki nilai tambah secara ekonomi, yang memberikan pendapatan yang lebih besar bagi para pelaku usaha UMKM seperti terasi olahan TERASA.

Selama ini banyak pedagang yang rutin datang dari Lombok membeli bahan baku terasi dari Kampung Pegat Batumbuk, dan mereka yang mengemas dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih mahal.

“Sebenarnya itu juga jadi dasar kita, khususnya saya untuk melakukan pengolahan karena yang kita pingin, nilai tambah dari terasi ini meningkat, karena kalau kita hanya kirim bahan baku ke Lombok murah sekali, ya sekarang mungkin dibeli Rp. 10 ribu sama mereka per kilo, tapi kalau kita kemas begini, kita bisa hargai sampai Rp. 150 ribu. Selain itu juga kita mengangkat harga uli (udang kecil/rebon, bahan baku terasi-red)) di nelayan, jadi gak lagi kita beli dengan harga Rp. 10 ribu. Jadi kita istilahnya mainnya, sama-sama menguntungkan, nelayan diuntungkan dengan harga yang naik, kita juga diuntungkan dengan penjualan di luar,” bebernya.

Keunggulan produk terasi olahan ‘TERASA”. Andi Faidal, mengatakan dari pengolahan, kita bisa jamin produk TERASA jauh dari pengawet dan lain-lain, karena kita kontrol, dan kualitasnya juga dijamin dari kualitas terbaik, asli murni dari udang rebon dan udang kecil.

Andi Faidal juga mengatakan kalau produksnya sudah memiliki izin, setelah mereka mendapatkan penyuluhan terkait pengolahan dari instansi terkait di awal memulai produksi produk olahannya. Dia juga mentargetkan penjualan per bulannya 3000 kemasan, yang sampai hari ini baru mencapai 50%.

Dan produk TERASA ini, lanjut Andi sudah terdaftar di Dinas Kesehatan. Andi berharap agar warga masyarakat sama-sama mencintai produk Berau.
Produk terasi olahan TERASA untuk saat ini sudah dipasarkan di counter-counter toko dan mini market yang yang ada di Tanjung Redeb, Samarinda, Sangatta, Balikpapan, Bontang dan juga penjualan dilakukan melalui online ke beberapa daerah di luar Kalimantan.

Sementara Agen Penjualan terasi kemasan “TERASA” ada di Kecamatan Sambaliung, Yusriansyah (0823 5805 5787), Kecamatan Tanjung Redeb, Andi Yahya (0821 54082116) dan di Kecamatan Teluk Bayur, Zakaria Masduki (0813 3414 1664). TERASA Indonesia: 0813 4900 0290.

Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI ke 76, pembeli produk TERASA diberikan discount 10% selama periode 4 s/d 18 Agustus 2021.

Andi Faidal menginginkan usaha UMKMnya menjadi market leader terasi di Kabupaten Berau. (gil)

Bagikan