Petani Milenial Mulai Menggeliat Gunakan Mekanisasi Alat Pertanian

A-News.id, Berau – Kepala Kampung Labanan Makmur, Mupit Datusahlan, Rabu, 22/9/2021, melaksanakan training dan pelatihan terkait cara penggunaan mekanisasi pertanian kepada kaum milenial di Kampung Labanan Makmur.

Mupit mengatakan hari ini memfokuskan untuk mengenalkan mekanisasi pertanian, memberikan training penggunaan alat pertanian dan juga memahamkan tentang potensi pertanian sehingga kita mengajak anak-anak muda atau kepemudaan untuk melek juga basis ekonomi pertanian diluar dari sektor pertambangan.

Potensi ini sangat terbuka luas sehingga pemuda wajib kemudian ikut berpikir mengembangkan pertanian dengan menggunakan mekanisasi dan teknologi pertanian.

“Sehingga kita kenalkan bahwa petani atau pemuda hari ini, itu tidak lagi mencangkul, tapi lebih kepada menggunakan modernisasi pertanian untuk mencapai produksi dan ekonomi yang memenuhi kebutuhan di wilayah Kabupaten Berau atau diluar Kabupaten Berau,” imbuhnya.

Terkait antusias pemuda di sektor pertanian, Mupit mengatakan kalau antusias pemuda sangat tinggi untuk mempelajari terkait bisnis ekonomi pertanian disertai penggunaan mekanisasi alat pertanian.

“Antusias belajar ini tentu semangkin meningkat, dan rata-rata teman-teman yang sudah belajar membawa temannya yang lain untuk ikut belajar, karena selain kita mengenalkan teknologi pertaniannya, kita juga memahamkan tentang bisnis pertanian ini sendiri. Sehingga ada yang memang tertarik untuk belajar mengembangkan bisnis ekonomi pertanian itu sendiri,” jelasnya.

Mupit juga menjelaskan bahwa pertanian sendiri sangat luas, tidak hanya di komoditas pertanian yang luas, tapi di lahan yang sempit pun itu bisa menjadikan peluang usaha ekonomi yang bisa dikerjakan atau digarap oleh pemuda. Di sektor sayur, di sektor buah, palawija, dan lainnya itu bisa dilakukan semua.

“Rata-rata pemahaman hari ini karena mereka tidak pernah mendapatkan pengetahuan tentang potensi dan ekonomi manajemennya, sehingga mereka tidak paham betul bahwa ternyata di bisnis ekonomi pertanian ini sangat luas sekali atau memungkinkan sekali untuk dikerjakan untuk mengisi kantong-kantong pemuda,” ujar Mupit.

Ketika ditanyakan peran petugas penyuluhan dari dinas terkait sosialisasi seperti yang dilakukannya saat ini, Mupit mengatakan justru itu yang menjadi target penyampaian pihaknya kepada pemerintah untuk lebih keras lagi memikirkan dan memberikan sosialisasi termasuk membuka jejerang ekonomi pertanian kepada masyarakat Berau.

“Tentu ini menjadi target kita juga kepada pemerintah untuk lebih keras lagi memikirkan, menambah teknologi-teknologi pertanian dan juga memberikan pemahaman-pemahaman dan membukakan jejaring ekonomi pertaniannya, dari sektor perbankan, sektor jejaring pengusaha pertanian diluar dan di Berau sehingga lebih banyak pemuda yang tertarik untuk melakukan bisnis-bisnis ekonomi pertanian itu,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Mupit, kalau kita berharap kepada generasi terdahulu, mereka sangat sulit untuk mengembangkan target produksi, karena mind-set bertaninya masih kepada sektor memenuhi kebutuhan hidup pribadi, bukan untuk memenuhi target kebutuhan pasar.

Terkait target yang akan dicapai, Mupit mengatakan masih komoditi jagung, namun akan mendalami dan menganalisa komoditi baru yang lagi viral, yaitu porang.

“Target jangka pendeknya, hari ini kita jagung dan dengan isu Porang yang juga lagi kencang, kita lakukan pendalaman, analisa dan juga pasti akan ikut terlibat ketika ini menjadi ekonomi yang memungkinkan kita lakukan di pemuda Berau,” ujarnya.

Menanggapai adanya rencana bantuan yang akan disalurkan oleh BNI terkait pengembangan tanaman porang, Mupit mengatakan itu sangat baik, namun perlu disinkronkan dengan semua pelaku pertanian.

“Tentu mungkin dari segi permodalan atau bantuan dari perbankan, ini sangat baik sehingga memang masyarakat atau pelaku petani dan pengusaha pertanian ini perlu disinkronkan sehingga bisa mengambil bagian untuk mengembangkan industri pertanian di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (dit)

Bagikan