Pembangunan Rumah Sakit Tipe B Jadi Prioritas, Alasannya..

A-News.id, Tanjung Redeb – Rumah Sakit tipe B merupakan salah satu yang menjadi prioritas dalam Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2022.



Rencana tersebut akhirnya final dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Pemerintah daerah bersama dengan DPRD Berau, melalui rapat paripurna, Dengan dihadiri sekurangnya 26 dari 30 anggota DPRD Berau, Senin (22/11/2021).

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, KUA PPAS tersebut, memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun demikian tidak mengabaikan sistem maupun prosedur yang ada dan dapat berjalan dengan lancar sehingganya dapat ditetapkan untuk menjadi landasan penyusunan rancangan APBD (RAPBD) tahun anggaran 2022.

Saat ditanya alasan mengapa memilih rumah sakit sebagai salah satu prioritas pembangunan, wanita yang akrab disapa Umi tersebut, mengutarakan, kalau hal tersebut tidak lepas dari Bumi Batiwakkal sebagai tempat tujuan wisata yang sudah semestinya mempunyai rumah sakit tipe B.

“Ketika kita sudah melaksanakan pembangunan dan Berau yang merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tentu saja fasilitas pelayanan kesehatan juga perlu kita benahi,” katanya usai rapat.

“Jadi memang rumah sakit kita pentingkan sekali, terutama untuk masyarakat lokal, karena kita melihat rumah sakit yang ada sekarang (RSUD dr. Abdul Rivai) tentunya sudah membutuhkan rumah sakit rujukan yang lain, supaya kenyamanan para pasien bisa lebih terjamin,” jelas Bupati Sri Juniarih.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD Berau Abdul Waris menuturkan, kalau prioritas yang nantinya masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) itu adalah sebagian dari rencana proyek tahun jamak atau Muti Years Contract (MYC) pertama Bupati-Wakil Bupati Berau, Sri Juniarsih-Gamalis.

“Ini merupakan RPJMD pertama beliau (Sri Jujiarsih-Gamalis) dan selain itu juga karena penandatangan MoU proyek tahun jamak (MYC), pembangunan rumah sakit sebesar Rp 300 Milyar maka juga harus menunggu kepala daerah untuk tanda tangan bersama pimpinan DPRD,” ujar pria kelahiran Labuan Kelambu tersebut.

Lanjut Abdul Waris, untuk APBD Berau tahun 2022 mendatang diperikirakan tembus Rp 2 Triliun, yang menandakan kalau Kabupaten Berau saat ini mampu keluar dari krisis keuangan.

Kabar baik itu juga, membuat Waris yakin kalau akan banyak program yang akan mampu direalisasikan, salah satunya adalah pembangunan rumah sakit tahap 1 dengan skema MYC sebesar Rp 300 Milyar selama tiga tahun anggaran, di tahap awal tahun 2022 akan dianggarkan Rp 15 Milyar.

“Keuangan kembali normal sehingga banyak program yang bisa direalisasikan, mengingat ada 18 program prioritas yang tertuang dalanm peraturan daerah (Perda) RPJMD 2022-2026 yang harus direalisasikan secara bertahap,” tandasnya. (mik)

Bagikan