Masyarakat Keluhkan Antrean di SPBU yang Makan Badan Jalan dan Tingginya Harga BBM Subsidi yang Dijual Eceran

A-News.Id, Tanjung Redeb – Antrean panjang di sebagian besar SPBU di Berau yang kerap dipenuhi oleh pengetab dan truk besar, membuat masyarakat enggan untuk mengantre.

Hal itu menuai komentar dari tokoh masyarakat, Agus Uriansyah S.Pd. Menurutnya, antrean panjang itu kerap mengganggu pengguna jalan.

Tidak sedikit, dengan banyaknya antrean itu masyarakat enggan untuk mengantre. Lantaran, banyak yang beranggapan bahwa antrean itu tidak aman dan berpotensi mengakibatkan laka.

“Sudah pernah ada yang mengalami kecelakaan karena banyak truk antrean yang berjejer hingga memakan badan jalan,” ujarnya.

Dikatakannya, enggannya pemilik kendaraan untuk mengantre pun dijadikan peluang bisnis bagi sebagian besar masyarakat.

Misalnya saja, banyak penjual BBM subsidi eceran yang diperdagangkan di pinggiran jalan kota. Bahkan, itu dijajakan hingga ke pedalaman kampung.

“Banyak yang mencoba aji mumpung,” katanya.

Dirinya pun menyoroti persoalan harga dari penjual BBM eceran tersebut. Bahkan, untuk solar subsidi, para pedagang eceran itu menjualnya dengan tarif hingga Rp 275.000 per jiriken 20 liter.

“Itu sangat mahal, apalagi itu barang subsidi. Harusnya ada penindakan,” tegasnya.

Dirinya pun berharap, kepada penegak hukum agar bisa menindak tegas para pelaku yang menjual tanpa izin. Serta, merapikan antrean panjang yang kerap terjadi di SPBU.

“Ini harusnya menjadi atensi serius untuk polisi, sekiranya ditemukan pelanggaran. Maka, harus ditindak tegas,” pungkasnya. (PH)

Bagikan