Masyarakat Kecewa Pasien Covid Lambat Ditangani: “Keburu Mati Baru Ditangani”, RSUD Type B Kapan Dibangun?

Ilustarsi Pasien Covid-19.(JPPG ROUP)

ANews, Berau – Ditengarai banyak laporan masyarakat ke puskesmas-puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb, terkait keluhan masyarakat yang diduga mengalami gejala positif Covid-19, lambat direspon pihak UPT Puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjung Redeb, khususnya Pelayanan Surveilans Puskesmas.

Seperti keluhan yang disampaikan seorang sumber ANews, bahwa dirinya melaporkan kepada petugas pelayanan surveilans salah satu puskesmas di Tanjung Redeb, Senin dan baru direspon pada Rabu (hari ke-3) oleh petugas surveilans Puskesmas, yang selanjutnya pada Kamis (hari ke-4) dirinya diantarkan obat ke rumahnya oleh petugas Puskesmas.

Menurut pasien, sumber ANews itu, pihak puskesmas lama baru mengantar obat, dan pasien menceritakan dirinya mengalami buang-buang air besar, tetapi tidak ada tanggapan atas keluhan pasien tersebut sampai saat berita ini diterbitkan.

“Responnya lambat, aku bilang kalau penanganannya begini bisa-bisa pasien mati dulu, baru ditangani,” tandasnya.

Sementara seorang tenaga medis di Puskesmas mengatakan petugas surveilans di Puskesmas hanya ada 1 orang.

Dia juga mengatakan bahwa kalau dalam penanganan covid-19, pihaknya setelah menerima laporan dari masyarakat, karena petugasnya hanya 1 orang, biasanya pihaknya butuh waktu, karena pihaknya akan mencatat dan copy KTPnya diminta, dan akan mengisi form data yang akan diWA-kan ke pelapor, setelah itu pihak puskesmas melaporkan ke dinas kesehatan, kemudian setelah itu petugas akan mendatangi pasien pelapor untuk di-tracing setelah melapor ke RT, kelurahan, dibantu Babinsa, dan Babinkamtibmas.

“Kita butuh waktu pak, jadi gak bisa kalau misalnya pasien maunya saya lapor positif langsung ditracing hari itu juga, tidak bisa,” ujarnya.

Ditambahkan kalau mau direspon waktu itu juga tidak bisa karena perlu waktu dan prosedur laporan ke dinkes dan menyiapkan form isian serta petugas yang akan diturunkan.

Melihat minimnya para petugas yang melaksanakan Pelayanan Surveilans di UPT Puskesmas, terkait penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Berau, sudah waktunya Pemkab Berau, dalam hal ini Bupati selaku Ketua Gugus Tugas Covid Kabupaten Berau, untuk memberikan perhatian dan fokus yang lebih besar untuk menambah tenaga-tenaga di bidang pelayanan surveilans agar lebih cepat merespon atau menjawab laporan masyarakat yang diduga positif Covid-19.

Di sektor fasilitas pelayanan kesehatan ini memang masih banyak yang harus dibenahi, dan yang menjadi prioritas adalah Pembangunan Rumah Sakit type B di Kabupaten Berau, pelaksanaan vaksinasi yang harus mencapai target seluruh masyarakat Kabupaten Berau, kemudian pemberian test PCR gratis kepada warga Berau yang memerlukan.

Kalau melihat kilas balik ke masa kampanye kemarin, di salah satu 18 program unggulan Bupati-Wakil Bupati Berau, antara lain pembangunan Rumah Sakit Type B dan pemberian test PCR secara gratis pada khususnya agar bisa direalisasikan kepada warga masyarakat Berau yang membutuhkannya.

Banyak kalangan masyarakat bertanya kapan pembangunan RSUD Type B itu diwujudkan, karena janjinya direalisasikan pada tahun 2021 ini, agar masyarakat dapat menikmati fasilitas rumah sakit yang layak dan lebih baik. (gil)

Bagikan