Komisi III Minta Pemkab Fasilitasi Jalan Kelompok Tani

A-News.Id, Tanjung Redeb – Ketersediaan infrastruktur jalan menjadi salah satu penopang utama pergerakan ekonomi masyarakat. Di Berau, saat ini tidak sedikit yang membutuhkan pemabangunan ruas jalan kelompok tani.

Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman menyebutkan, ada sejumlah wilayah yang masih belum memiliki jalan usaha tani memadai.

Pemerintah daerah harus bisa melihat persoalan ini sebagai satu target yang harus dipenuhi. Dalam kesempatannya mengunjungi sejumlah kampung di kecamatan jauh, Sakirman masih mendapatkan aspirasi ini dari masyarakat, terkait kebutuhan warga yang diharapkan dapat dipenuhi pemerintah.

“Banyak disampaikan kebutuhan warga utamanya mengenai akses jalan usaha tani,” jelasnya.

Kebutuhan berupa jalan akses tani bagi masyarakat merupakan penunjang dalam peningkatan ekonomi juga menjadi satu item penting bagi urat nadi kehidupan warga yang didominasi petani.

Akses jalan tani,merupakan permintaan masyarakat yang berada kampung Buyung-Buyung, Semurut, Harapan Maju, termasuk di daerah Tumbit dan Sukan. Dimana lokasi yang ia sebutkan tersebut masyarakat kebanyakan disana berprofesi sebagai petani.

“Rata-rata mereka juga kebanyakan bercocok tanam padi. Untuk itu dengan reses kami yang kami lakukan ini, untuk melihat secara langsung apa saja sih yang dibutuhkan masyarakat, dengan harapan yang kami upayakan ini bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. ” terangnya.

“Selain itu kebutuhan-kebutuhan secara umum dari akses jalan kampung, kemudian pengairan dan drainase, dan akses internet juga disuarakan masyarakat dalam reses yang kami lakukan. ” tambahnya.

Apalagi saat ini sektor pertanian kabupaten Berau tengah digalakkan dan menjadi salah satu sumber utama sebagian besar masyarakat. Seperti masyarakat yang bekerja sebagai nelayan tak luput dari kegiatan resesnya.

Beberapa aspirasi yang dirinya serap masyarakat menginginkan adanya penunjang alat tangkap dan mesin yang mereka butuhkan. Bukan hanya itu, sama halnya dengan ibu-ibu yang diketahui apabila suami mereka beraktivitas nelayan, mereka menginginkan adanya kegiatan dalam upaya membantu ekonomi keluarga mereka.

” Kita juga mengupayakan bagaimana dalam kegiatan ibu-ibu ini seperti melakukan pembuatan kerupuk , dan sebagainya. Disitu kami upayakan memberikan penunjang seperti mesin alat -alat penunjangnya, ” terangnya.

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat ini sendiri, ia terangkan saat ini pihaknya masih membuat kerangka dari hasil pertemuan reses yang ia lakukan. Untuk kemudian, dari hasil pertemuan itu, aspirasi dari masyarakat pihaknya berencana akan menemui instansi terkait, untuk menyesuaikan program dari masing-masing OPD.

Sehingga ketika nanti dilaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) yang ada di kampung dan Kabupaten, yang menjadi permintaan masyarakat ini nantinya bisa sejalan. ” Hal ini guna menghindari jangan sampai apa yang dibutuhkan masyarakat, lain yang diberikan oleh pemerintah daerah, tutupnya. (Adv/Poh)

Bagikan