Dinilai Belum Maksimal, DPRD Berau Minta Pemkab Perhatikan Sektor Potensial

A-News.Id, Tanjung Redeb – Ketua Komisi II DPRD Berau, Andi Amir Hamsyah menilai, perhatian Pemkab Berau terhadap sektor-sektor potensial masih belum maksimal. Pasalnya, masih ada persoalan yang muncul seputar sektor tersebut. Seperti perikanan, perkebunan dan pertanian.

Demikian pula dengan sektor lainnya. Ia menekankan, bahwa sektor ini sudah harus digarap dan dimaksimalkan. Berau menurutnya tidak harus selalu bergantung pada sektor pertambangan yang suatu saat akan habis.

“Dalam setiap rapat kerja dengan teman-teman OPD terkait, ini selalu kami sampaikan, jangan setengah-setengah,” jelasnya.

Program kerja OPD terkait terhadap sektor itu harus maksimal. Mampu mempresentasikan hasil program kerja dalam beberapa waktu kedepan.
Sehingga tidak jalan ditempat menjalankan program rutinitas tahunan semata. Terkadang ada ungkapan yang membuat Politisi Golkar ini sedikit jengkel.

“Sering kali ada alasan tidak ada anggaran untuk melakukan sosialisasi, atau tidak ada anggaran untuk program kerjanya, kedepan saya tidak ingin lagi mendengar ada yang seperti itu,” ujarnya.

Menurut Andi Amir, sektor pertambangan memang masih menjadi primadona saat ini. Akan tetapi, batubara adalah sumber daya alam tak terbarukan. “Dengan kata lain suatu saat akan habis, kalau kita tidak punya sektor penunjang lain, atau tidak maksimal, begitu sektor pertambangan batubara habis tutup kita kalang kabut, anggaran APBD menurun dan sebagainya,berbeda jika kita sudah punya sektor potensial yang bisa menutupi itu,” jelasnya.

Dari sisi anggaran untuk memenuhi kebutuhan optimalisasi sektor-sektor tersebut, juga dinilai masih perlu ditingkatkan. Kemudian menggali sumber atau membuat sumber baru dari regulasi baik daerah atau dari pusat untuk menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (APBD) Berau.

“Seperti misalnya dari sektor perkebunan, tahun depan kita sudah mulai ada dapat dana bagi hasil atau DBH dari CPO (crude palm oil), sebelumnya mereka tinggal lewat-lewat saja di jalan kita tanpa ada hasil buat APBD,” sebutnya.

Kemudian sektor perikanan, Andi Amir juga menilai masih ada banyak kekurangan perhatian pemerintah pada sektor ini. Seperti kesulitannya para nelayan mendapatkan BBM. “Sebelumnya itu terjadi, kemudian kita undang pihak Jober dan Pertamina, Alhamdulillah teratasi, tetapi belakangan kumat lagi,bagaimana pemerintah dalam hal penanganan masalah ini,” tanyanya.

Sebab persoalan itu terus saja di teriakan masyarakat nelayan selama ini. Masalah yang terus berulang terjadi karena tidak adanya kepastian kebijakan atau pengawasan dan dampingan yang secara terus menerus mengirim proses distribusi bahan bakar bagi nelayan.

Bagikan