Komisi III DPRD Berau Singgung Venue Cabor Tertentu Masih Minim untuk Wadah Atlet Berlatih

A-News.id, Tanjung Redeb – Dalam rapat dengar pendapat menyoal minimnya lokasi latihan berupa sirkuit untuk cabang olahraga otomotif seperti halnya mobil disorot pula oleh anggota DPRD Berau Suriadi Marzuki.

Anggota Komisi III tersebut menilai, persoalan latihan untuk para atlet sejatinya merupakan kegiatan yang sudah sepatutnya dilaksanakan namun dengan terbatasnya venue yang ada merupakan kendala lain yang harus diterima oleh pemerintah Kabupaten Berau dalam mendukung atlet yang ada.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri oleh pengurus cabang olahraga yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam pemenuhan sarana dan prasarana yang kurang memadai.

“Saat ini seperti yang kita lihat pelan-pelan dibenahi oleh Dispora, karena tidak menutup kemungkinan masih banyak atlet-atlet kita yang belum punya venue tersendiri untuk latihan,” katanya.

Dari fakta yang diperoleh oleh politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut, akhirnya banyak dari pengurus cabor yang kekurangan tempat latihan berinisiatif untuk menjadikan lokasi-lokasi yang memadai sebagai wadah para atlet untuk berlatih.

Kata dia, selain cabor otomotif, cabor beladiri pun sampai saat ini masih kekurangan tempat latihan. Tentu itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah bersama dengan KONI.

“Olahraga yang tidak terlalu menyita lahan yang cukup besar tentunya tidak terlalu sulit untuk dipenuhi,” katanya.

Maksud dari statment tersebut, yakni Ismail Marzuki menginginkan agar pemerintah daerah dapat mengizinkan cabor yang tidak punya tempat untuk berlatih di venue yang sudah tersedia.

Termasuk dari pembalap agar tetap bisa dipinjamkan jalur segmen 2 yakni jalan penghubung Singkuang-Kalimarau untuk dijadikan tempat berlatih dengan regulasi yang diatur oleh instansi terkait.

“Teman-teman dari Dispora saya mengimbau agar teman-teman atlet ini tetap diperhatikan, kalau pun ada lahan yang disiapkan untuk itu (latihan balap) lebih baik kita fokus kesana dulu (jalan segmen 2) sembari mencarikan teman-teman jalan keluar untuk latihan-latihan seperti ini,” ujarnya.

“Minimal dalam jeda waktu belum difungsikan pemanfaatan jalan tersebut, bisa diberi kesempatan untuk teman-teman agar itu dijadikan sirkuit non permanen,” tandasnya. (mik)

Bagikan