DPRD Samarinda Minta Pertamina Tindak Tegas Pertamini

ketua komisi 2 DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin

ANEWS, Samarinda – Komisi 2 DPRD Samarinda menggelar rapat terkait penertiban dan tindaklanjut Pertamini atau Pom mini di Samarinda. Kamis 27 Mei 2021 kemaren.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh ketua komisi 2 DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin, ada dan dihadiri oleh pihak pertamina, serta seluruh OPD terkait.

Ketua komisi 2 DPRD Samarinda, Fuad Fakhruddin mengatakan bahwa mungkin para penguasaha pertamini telah membentuk asosiasi atau perkumpulan. Pasalnya mereka sudah meminta hearing bersama kita masalah perizinan pertamina.

“Harusnya rapat hearing ini dihadiri juga oleh anggota komisi 1, namun karena mereka ada kegiatan jadi tidak bisa hadir, terkait masalah perizinan, kalau kami komisi 2 ini kan terkait masalah ekonomi,” ungkapnya saat dikofirmasi melalui sambungan seluler. Senin 31 Mei 2021.

Lanjutnya, Fuad juga menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar pertamina memberikan pernyataan tegas masalah status pertamini.

“Ini yang kita minta ke pertamina, apa pertamini ini berstatusnya legal atau illegal. Kalau statusnya illegal pihak pertamina harus berikan pernyataan tegas bahwa itu illegal,” jelasnya.

Dari data yang sudah dikumpulkan, Fuad juga menyampaikan outlet pertamini di Samarinda ada sebanyak 146 titik yang tersebar. Bahkan, peletakan pom mini tersebut dinilai tidak memenuhi standar keselamatan, serta safety saat mengisi bahan bakar dinilai buruk.

“Makin kesini makin mengkhawatirkan, karena kurang safety, saling berdekatan dari satu ke yang lainnya juga,” bebernya.

Kendati demikian, politisi dari fraksi Gerindra tersebut menghimbau untuk mengantisipasi hal tersebut pihak dari Pertamina harus bertindak tegas, seperti memberikan sistem digitalisasi pencatat plat kendaraan, agar nantinya jika mereka kembali mengisi tidak dilayani.

“Kalau ingin menghentikan peredaran pertamini harus tegas, catat plat kendaraan mereka, kalau nantinya mereka kembali mengisi tidak usah dilayani,” pungkasnya. (Ris)

Bagikan