Dinas Pangan: Tahun 2022 Berau Akan Launching Toko Tani Indonesia (TTI) Untuk Kontrol Harga 9 Bahan Pokok

ANEWS, Berau – Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Kabupaten Berau berupa beras pada Tahun 2022 akan ditingkatkan menjadi 100 ton per tahun dan Launching Toko Tani Indonesia untuk mengkontrol harga-harga, khususnya 9 bahan pokok bagi masyarakat, Kasubbag Penyusunan Program Dinas Pangan Kabupaten Berau, Robby Senin, 21/6/2021 menyampaikannya saat ditemui di kantornya.

Robby menyampaikan terkait beberapa program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, diantaranya peningkatan CPP Beras dan Toko Tani Indonesia, yang masih baru dan belum pernah dicanangkan sebelumnya.

Adapun program CPPyang merupakan program pemerintah pusat yang diturunkan ke daerah ini, lanjut Robby disalurkan ketika ada bencana alam seperti gagal panen, bencana banjir, seperti yang baru-baru terjadi di Berau, dan pada saat wabah/pandemi Covid-19 seperti yang dialami sekarang ini.

Akibat wabah pandemi selama dua tahun terakhir ini, banyak cadangan pemerintah berupa beras yang diserap di kampung-kampung dan kecamatan.

Program CPP yang dianggarkan yaitu berupa beras yang dibeli dan distok di Bulog, berdasarkan kerja sama dengan pihak Bulog. Satu kabupaten/kota minimal harus menstok 100 ton beras setiap tahunnya.

Berdasarkan standar jumlah kebutuhan penduduk Berau itu berkisar 86 ton. Ini merupakan stok di atas standar pemerintah yang ditetapkan. Bila stok 100 ton ini berkurang 80 ton, maka di tahun berikutnya diisi lagi sesuai jumlah yang berkurang di tahun sebelumnya. Supaya persediaan stok cadangan tetap 100 ton.

“Program ini masih diminati karena masih terjadinya wabah covid-19. Di waktu dekat kemarin selama pandemi dan bencana banjir di Kampung Tumbit ini sudah menyisakan sekitar 10 ton lebih sampai sekarang.  Jadi di 2022 kedepan ini akan menjadi satu program yang diproritaskan. Dan jika tidak cukup dananya kita akan menyediakan minimal 20 ton. Beras merupakan bahan pangan yang difokuskan di dalam program CPP ini,” imbuhnya.

“Tentunya ada tim survey yang dilibatkan untuk program tersebut dan beberapa instansi yang terkait serta uji kelayakan untuk menerimanya,” ujar Robby.

Toko Tani Indonesia (TTI)

Selain itu program selanjutnya di tahun 2022 adalah Toko Tani Indonesia (TTI). Di Toko Tani Indonesia itu nanti  akan dibuatkan SK, sekian komoditas bahan pokok itu tidak bisa melebihi harga HET, dan tidak semua bahan pokok itu termasuk di dalamnya, tetapi toko tani boleh menjual apa saja  yang menjadi kebutuhan masyarakat, Akan tetapi ada di situ suatu komoditas tertentu yang tidak boleh melebihi harga HET,, baik di hari-hari besar maupun hari-hari biasa lainnya.

“Karena sekarang ini banyak terjadi kenaikan harga-harga ketika hari besar, pihak dinas tidak bisa bebuat banyak, seperti memberi subsidi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Seperti kasus mahalnya komoditi Lombok, lanjut Robby, secara teknis ini disebabkan oleh kelangkaannya, kelangkaan ini terjadi bukan hanya di Berau saja, tapi hampir seluruh Indonesia,

“Jika di Berau aja langka, dan kita membeli dari luar yang juga langka, otomatis harga pasti naik,” ujar Robby.

Dia berharap dengan adanya TTI, Toko Tani Indonesia yang akan diwujudkan di Berau pada tahun 2022 nanti, akan dapat menjadi alat kontrol jika ada kenaikan harga beberapa komoditas, khususnya 9 bahan pokok, masyarakat dapat membelinya di TTI dengan harga standard, walaupun di tempat lain harganya naik. (yud)

Bagikan