Follow kami di google berita

Bupati Berau Pantau Distribusi Gas LPG 3 Kg

A-News.id, Tanjung Redeb — Menanggapi keluhanan masyarakat Kabupaten Berau terkait kelangkaan Gas LPG 3 kg yang akhir-akhir ini terjadi, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas melakukan monitoring pemantauan di beberapa distributor agen Gas LPG yang ada di kabupaten Berau pada Jumat, (5/1/2024).

Adapun beberapa tempat yang dijambanginya adalah distributor Agen Gas Jalan Pulau Semama, Distributor Agen Gas Jl. HARM. Ayoub Gunung Tabur, dan Distributor Agen Gas LPG SPBU Rinding.

Dalam pantauannya saat itu, Sri Juniarsih memastikan sore ini, Jumat (5/1/2024) bahwa tabung gas sudah kembali didistribusikan di beberapa pangkalan. Ia mengimbau kepada agen dan juga dinas terkait untuk memastikan bahwa LPG 3 kg benar-benar diperuntukkan kepada konsumen yang tepat sasaran.

“Kalau menurut informasi yang kami dapatkan tadi bahwa sore ini sudah mulai terisi lagi dan akan terdistribusikan ke beberapa pangkalan. Cuma saya mengimbau kepada agen kemudian juga dinas yang terkait untuk mencocokkan pangkalan yang mendistribusikan sesuai dengan siapa yang berhak menerima elpiji warna hijau tersebut.” ujarnya.

Selain itu ia juga mengimbau kepada para penjual Gas LPG 3 kg untuk lebih komunikatif kepada masyarakat perihal ketersediaan gas LPG. Hal ini penting guna memudahkan penindaklanjutan secara lebih cepat.

“Kemudian tadi disampaikan, ada katanya di grup RT, kata yang punya agen disampaikan untuk lebih komunikatif kepada masyarakat. Ketika gas kosong, buatlah tulisan “gas kosong” atau “gas ada”. Artinya biar kita bisa menindaklanjuti lebih cepat. Kebutuhan-kebutuhan masyarakat harus segera dikedepankan.” katanya.

Sri Juniarsih sendiri memiliki kekhawatiran terhadap keadaan seperti ini (kelangkaan LPG 3 kg). Menjelang pemilu, lanjutnya, ditakutkan malah dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik.

Ia mengakui bahwa sebagai pemerintah daerah, pihaknya hanya bisa merangkul Pertamina untuk bisa menyalurkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan memastikan distribusi dapat sampai kepada orang-orang yang tepat.

“Saya khawatir menjelang pemilu seperti ini itu dijadikan goreng” ucapnya.

“sekali lagi kepada orang orang yang membutuhkan. Karena memang ada beberapa syarat yang memakai tabung hijau itu, seperti mereka yang UMKM. Jangan sampai kelangkaan ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya politis” pungkasnya.(jo)

Bagikan

Subscribe to Our Channel