TANJUNG REDEB – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Berau menunjukkan peningkatan dalam tiga bulan terakhir.
Data Dinas Kesehatan Berau mencatat 3.425 kasus ISPA sepanjang Agustus 2026, naik dibandingkan Juli yang mencapai 2.533 kasus.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan, terlebih kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Berau berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan masyarakat.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Rahmawati S, mengatakan kualitas udara yang memburuk perlu diantisipasi karena dapat memperbesar risiko penyakit, terutama pada kelompok rentan.
“Ketika kondisi udara tidak sehat, risiko gangguan pernapasan tentu meningkat. Masyarakat harus lebih waspada,” ujar Rahmawati.
Berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus ISPA pada Juni tercatat 2.494 kasus. Angka tersebut meningkat menjadi 2.533 kasus pada Juli dan kembali naik menjadi 3.425 kasus pada Agustus.
Rahmawati menegaskan masyarakat perlu melakukan pencegahan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat kabut asap masih pekat.
“Kalau harus keluar rumah, gunakan masker yang sesuai standar kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara semakin buruk.
Perlindungan terhadap mata juga perlu diperhatikan apabila asap sudah terasa pekat dan menyebabkan iritasi.
Dinkes Berau terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Rahmawati mengingatkan warga tidak menganggap gangguan akibat asap sebagai hal biasa. Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, diminta segera mendapatkan pemeriksaan.
“Jangan menunggu kondisi semakin parah. Kalau sudah ada keluhan, segera periksa,” pungkasnya.(Akm)













