Follow kami di google berita

Pariwisata Berau Dinilai Jalan Tanpa Peta

TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menilai pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau membutuhkan arah pembangunan yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki Berau selama ini belum dikelola secara maksimal, karena daerah terlalu lama bergantung pada sektor pertambangan.

Rudi mengatakan, kondisi ekonomi saat ini harus menjadi momentum bagi Berau, untuk mulai serius menjadikan pariwisata, sebagai salah satu pilar utama perekonomian daerah. Namun, upaya tersebut tidak cukup hanya dengan promosi atau pembangunan fasilitas secara parsial.

“Pariwisata ini bukan potensi baru. Dari dulu sudah ada, tetapi kita terlalu lama berada di zona nyaman karena sektor tambang,” ujarnya, saat diwawancara di Kantor Komisi II DPRD Berau beberapa waktu lalu.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah roadmap atau peta jalan pengembangan pariwisata yang jelas, sehingga arah pembangunan tidak berubah setiap terjadi pergantian kepala daerah maupun pejabat teknis.

“Jangan sampai ganti bupati, ganti arah. Ganti kepala dinas, ganti program. Pariwisata harus punya roadmap yang jelas untuk jangka panjang,” tegasnya.

Rudi menilai pemerintah daerah tidak perlu ragu melibatkan konsultan maupun tenaga ahli yang memiliki pengalaman dalam pengembangan destinasi wisata internasional.

Ia bahkan mengingatkan bahwa Berau pernah menjalin kerja sama dengan wilayah Sisilia. Menurutnya, sekitar puluhan tahun lalu kondisi pariwisata Sisilia tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki Berau saat ini.

Namun karena memiliki perencanaan yang matang dan konsisten, wilayah tersebut mampu berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang dikenal dunia.

“Kondisi mereka puluhan tahun lalu hampir sama seperti Berau sekarang. Tapi mereka punya arah yang jelas,” katanya.

Ia menilai pengalaman tersebut seharusnya bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Selain roadmap, Rudi juga menyoroti pentingnya keselarasan program antar organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata, melainkan harus melibatkan seluruh sektor pendukung.

“Jangan sampai Dinas Pariwisata bicara promosi, sementara OPD lain bergerak sendiri-sendiri. Kalau pariwisata mau jadi unggulan, semua harus berada dalam satu visi yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa potensi wisata Berau sangat besar, terutama dengan keberadaan destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban hingga berbagai objek wisata alam lainnya.

Namun tanpa perencanaan yang matang, potensi tersebut dikhawatirkan hanya menjadi kebanggaan tanpa memberikan dampak maksimal bagi perekonomian masyarakat.

“Potensi kita luar biasa. Tinggal bagaimana pemerintah menyusun langkah yang terarah,” pungkasnya. (Akm)

Bagikan

Subscribe to Our Channel