TANJUNG REDEB – Meskipun sudah ada hidran di beberapa titik termasuk dalam Kota Tanjung Redeb, namun ternyata salah satu pendukung pemadam kebakaran itu banyak yang tak berfungsi.
“Kalau di Tanjung Redeb, sejauh ini hidran yang berfungsi hanya yang ada di kantor PLN dan PT Berau Coal, karena memang mereka rutin dilakukan pemeliharaan,” ungkap Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Kondisi ini pun menjadi perhatian serius, mengingat kawasan perkotaan memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi seiring dengan kepadatan permukiman.
Disdamkarmat Berau berencana melakukan kajian lebih lanjut terkait pemetaan wilayah rawan kebakaran sekaligus kebutuhan sarana pendukung, termasuk hidran.
“Ke depan kita perlu kajian, pemetaan daerah mana saja yang rawan kebakaran dan fasilitas pendukung apa saja yang dibutuhkan. Kajian ini memang belum kami buat, tetapi akan segera kami rencanakan,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi hidran yang sudah tidak berfungsi guna menentukan langkah penanganan yang tepat, apakah dilakukan perbaikan atau justru penggantian dengan unit baru.
“Kita harus realistis. Jangan sampai biaya perbaikan lebih besar dibandingkan membangun hidran baru. Itu yang nanti akan kami kaji,” tegasnya.
Sementara itu, untuk jumlah total hidran yang berfungsi di seluruh wilayah Berau, pihaknya mengaku masih melakukan pendataan secara bertahap. Hingga kini, data yang telah terverifikasi baru mencakup wilayah Sambaliung dan sebagian Tanjung Redeb. (Ard)













