TANJUNG REDEB – Seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin padat di Kabupaten Berau, otomatis ikut menyumbang penambahan produksi sampah. Sepanjang tahun 2025, jumlah sampah masyarakat Berau tembus di angka 56 ribu ton lebih.
Mayoritas sampah yang dihasilkan masih didominasi oleh sampah rumah tangga, terutama sampah organik dan plastik sekali pakai, yang memerlukan waktu lama untuk bisa terurai.
Angka yang cukup tinggi itu bahkan menunjukkan tren peningkatan di setiap tahunnya. Jika di tahun 2024 lalu berada di angka 54.568,41 ton, di tahun 2025 ini naik menjadi 56.213,65 ton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Helmi, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan aktivitas ekonomi, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan sekitar 1.600 ton lebih,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Menurut Helmi, ini menjadi indikator bahwa aktivitas masyarakat semakin tinggi, namun di sisi lain juga menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah.
Ia menjelaskan, Kondisi ini menuntut pengelolaan yang lebih optimal, baik dari sisi pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Helmi menegaskan, peningkatan volume sampah harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Kami terus mendorong peran aktif masyarakat, karena pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah,” tegasnya
Ke depan, pihaknya berkomitmen memperkuat sistem pengelolaan sampah, termasuk penanganan limbah B3.
“Jika tidak dikendalikan, lonjakan volume sampah akan berdampak pada lingkungan dan kesehatan,” pungkasnya. (Ard)













