Follow kami di google berita

Fokus Pembangunan di Gunung Tabur Perkuat Sektor Produktif

GUNUNG TABUR – Pemerintah Kabupaten Berau memaparkan program pembangunan lintas sektor dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di Kecamatan Gunung Tabur. Program tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur fisik yang menyasar seluruh kampung di wilayah tersebut.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan bahwa selain memiliki nilai historis, Kecamatan Gunung Tabur juga menyimpan potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Karena itu, pembangunan diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Gunung Tabur ini bukan hanya kawasan bersejarah, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang harus terus kita dorong,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Di sektor pertanian, Pemkab Berau melaksanakan pembangunan rumah penggilingan padi, jalan usaha tani, serta menyalurkan bantuan sarana pertanian berupa alat panen, alat perontok dan gilingan padi, bantuan benih jagung, bibit ternak sapi, hingga hibah kandang ayam bagi kelompok masyarakat di sejumlah kampung.

“Bantuan ini kami arahkan agar produktivitas petani meningkat dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” katanya.

Sementara di bidang perikanan, pemerintah daerah memberikan bantuan sarana budidaya kolam terpal di Kampung Merancang Ilir, Melati Jaya, dan Samburakat. Selain itu, disalurkan pula sarana usaha perikanan tangkap berupa mesin ketinting dan perahu untuk Kampung Pulau Besing, Samburakat, dan Gunung Tabur.

“Potensi perikanan kita besar, sehingga perlu didukung dengan sarana yang memadai agar usaha masyarakat bisa berkembang,” tambahnya.

Pada sektor kesehatan, ia menekankan pentingnya optimalisasi layanan Puskesmas Gunung Tabur. Ia meminta agar fasilitas kesehatan tersebut memberikan pelayanan 24 jam dan tidak menolak pasien, khususnya karena persoalan administrasi. Menurutnya, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.

“Pertolongan kepada kemanusiaan itu yang lebih diutamakan. Administrasi bisa menyusul,” tegasnya.

Adapun di sektor pendidikan, sejumlah program pembangunan dan rehabilitasi dilaksanakan, di antaranya pembangunan ruang kelas baru SD dan SMP di Gunung Tabur, rehabilitasi ruang kelas, serta pembangunan TK Negeri Gunung Tabur 2 di Kampung Merancang Ilir untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Selain itu, pembangunan infrastruktur fisik juga menjadi perhatian, meliputi pembangunan dan rehabilitasi jalan kampung, normalisasi sungai dan drainase, pembangunan saluran irigasi, perkuatan tebing sungai, hingga lanjutan pembangunan TPS 3R di Gunung Tabur. Seluruh program tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Dengan hal itu, Sri menegaskan bahwa meski dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah berupaya agar seluruh kampung di Kecamatan Gunung Tabur tetap tersentuh pembangunan lintas sektor.

“Walaupun kita berada dalam kondisi efisiensi anggaran, kami tetap berupaya agar seluruh kampung di Gunung Tabur merasakan pembangunan secara merata,” pungkasnya. (Man)

Bagikan

Subscribe to Our Channel