TANJUNG REDEB – Realisasi investasi di Berau sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hingga triwulan ketiga, nilai investasi yang tercatat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau sudah mencapai Rp7,4 triliun, dari target yang hanya di angka Rp4,5 triliun.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menjelaskan bahwa tingginya capaian tersebut sebagian besar berasal dari realisasi aktivitas perusahaan yang nilai investasinya sudah tercatat sejak awal, namun kegiatan operasionalnya baru berjalan pada tahun ini.
“Ini capaian yang sangat baik. Mudah-mudahan akhir tahun 2025 bisa mendekati Rp8 triliun,” ungkapnya.
Dijelaskan, kontribusi investasi sebagian besar masih didominasi oleh sektor pertambangan, seiring dengan berjalannya aktivitas perusahaan yang telah berkomitmen menanamkan modal di Berau.
Namun, kini pemerintah daerah juga mencatat adanya ketertarikan investor, terhadap beberapa produk unggulan Berau yang ditampilkan dalam sejumlah agenda pameran dan promosi. Respons ini menjadi sinyal positif bahwa peluang investasi non-tambang ke depan memiliki ruang untuk berkembang.
DPMPTSP sendiri juga tetap menjalankan kegiatan promosi investasi, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
“Upayanya tentu promosi. Walaupun ada efisiensi, kita maksimalkan yang ada. Kita dorong teman-teman untuk memanfaatkan dunia IT, digital campaign, dan tetap mengikuti event-event promosi investasi,” kata Nanang.
Meski angka realisasi investasi tahun ini terbilang tinggi, Nanang menyebut masih ada tantangan dalam proses penyelenggaraan pelayanan perizinan dan pengawasan investasi. Hal ini terutama terkait masa transisi aturan dari PP Nomor 5 ke PP Nomor 28, dimana terjadi perubahan kewenangan yang dikembalikan ke daerah namun masih menunggu kesiapan sistem dari kementerian. (Adv/Ard)













