Tarif Perumda Air Minum Batiwakkal Akan Disesuaikan

A-News.id, Tanjung Redeb — Perumda Air Minum Batiwakkal menargetkan pada akhir tahun 2026 mendatang sebanyak 25 ribu sambungan baru dapat terealisasi.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman mengatakan, penambahan sambungan rumah baru itu akan menjadi prioritas kedepannya.

“Apalagi dukungan Pemkab yang diberikan juga cukup signifikan, kami optimis bisa merealisasikan target itu,” katanya saat diwawancarai usai Bupati Berau tinjau PDAM.

Pada dasarnya target pertahun pemasangan sambungan baru sebanyak 5 ribu SR. Terpenting menurutnya, pemasangan baru ini sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Selain itu, Saipul Rahman juga memberikan opsi kemudahan pemasangan sambungan baru yaitu masyarakat dapat membayar sistem cicil.

“Itu nanti bisa dicicil beberapa kali sesuai kemampuan,” jelasnya.

Untuk wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Sambaliung dialirkan 24 jam, untuk wilayah pendesaan tetap dilayani setiap hari namun tidak selama 24 jam.

Menurut data yang diberikan, Pelanggan PDAM per Februari 2022 sebanyak 32.280, dari jumlah tersebut pelanggan aktif sebanyak 29.425 SR dan tersegel sebanyak 2.855.

“Adapun yang tersegel itu merupakan pelanggan yang menunggak, yang mana tunggakannya tidak bisa ditolerir lagi,” ujarnya.

Untuk rata-rata air yang dibutuhkan oleh seluruh pelanggan PDAM yaitu berkisar per Februari 2022 yaitu 1.111.508 meter kubik air dengan nilai Rp 5.232.021.800 dengan harga penjualan per kubik hanya Rp 4.704.

Menurut Saipul, tarif PDAM se-Kalimantan Timur paling murah adalah di Kabupaten Berau sedangkan kemampuan produksi air diatas kebutuhan masyarakat. Sementara itu, adapun rencanakenaikan tarif yang telah ditetapkan oleh Gubernur Provinsi Kaltim melalui Surat Keputusan Nomor 500/K.162/2022 mengenai penetapan besaran tarif batas bawah dan tarif batas atas air minum Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur.

“Adapun besaan tarif batas bawah yang telah ditetapkan yaitu Rp 5.578 per meter kubik dan tarif batas atas yakni Rp 13.649 per meter kubik,” ungkapnya.

Namun tarif atas dan bawah yang ditetapkan oleh Gubernur Isran Noor tersebut belum dapat langsung diterapkan.

“Karena harus membahasnya dengan Pemkab Berau serta pihak terkait dan masyarakat Berau. Dengan adanya penambahan tarif itu, kami bisa memasangan lebih banyak jaringan lagi, sehingga uang tersebut dapat kembali ke masyarakat lagi,” ujarnya.

Dengan adanya keputusan tersebut, Berau, Sri Juniarsih mengatakan akan terus berkoordinasi dengan provinsi mengenai kebijakan yang telah ditetapkan.

“Ketika memang diperbolehkan dan diberikan keluangan bagi kami, kami akan melakukan nya karena memang air minum paling murah se-kalimantan timur Berau paling rendah, jadi memang kita upayakan tetapi tidak melepaskan kordinasi kami dengan provinsi maupun pusat,” jelas Sri Juniarsih saat diminta keterangan usai acara pelantikan ASN, Selasa (4/4/2022).

“Cuma kami mungkin akan berupaya untuk mengambil langkah sebijaksana mungkin supaya tidak terlalu memperkeruh masyarakat dan dari pihak perusahaan pun juga tidak terlalu menghadapi kerugian atau gimana,” tandasnya. (ryn).

Bagikan